Dinkes Beltim Minta Warga Waspadai Gejala Awal Hantavirus
- 11 Mei 2026 16:30 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Belitung Timur - Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Timur mengedukasi masyarakat untuk mewaspadai Hantavirus, virus berbahaya yang disebarin tikus. Masyarakat perlu memahami cara penularan, mengenali gejala awal, serta mengetahui langkah pencegahan penyakit tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Timur yang diwakili Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Supardi mengatakan gejala awal Hantavirus umumnya tidak langsung menyerang sistem pernapasan. Pada tahap awal, penderita biasanya hanya merasakan nyeri otot atau pegal-pegal seperti gejala demam biasa.
Kemudian, lanjut Supardi gejala gangguan pernapasan akan muncul beberapa minggu setelah gejala awal dirasakan. Kondisi tersebut dapat berkembang menjadi gangguan paru-paru atau Hanta Pulmonary Syndrome (HPS).
"Seiring perkembangan penyakit, kondisi dapat memburuk dengan cepat. Pada fase kritis, terjadi kerusakan pembuluh darah paru yang memicu kebocoran cairan. Akibatnya, paru-paru terisi cairan dan menyebabkan edema serta gagal napas akut," ujarnya kepada RRI, Senin, 11 Mei 2026.
Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Beltim telah menyebarkan materi edukasi kepada masyarakat melalui flyer dan memperkuat pengawasan melalui tim surveilans. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kasus yang mengarah pada Hantavirus.
Selain itu, masyarakat yang mengalami gejala mencurigakan dan memiliki riwayat perjalanan dari luar daerah diminta segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat agar dapat dilakukan tindak lanjut lebih cepat oleh petugas kesehatan.
| Baca juga: Kasus DBD di Bangka Tembus 102 Kasus |
Dinkes Beltim juga mengingatkan masyarakat agar tidak panik terhadap informasi mengenai Hantavirus. Menurutnya, penyakit tersebut memang menular, namun proses penularannya tidak semudah COVID-19.
“Yang penting masyarakat tetap waspada. Kalau membersihkan area yang ada kotoran tikus, jangan langsung disapu. Sebaiknya disemprot dulu dengan desinfektan agar partikel yang berpotensi menjadi media penularan tidak menyebar ke udara,” ujarnya.
Warga Manggar, Lia menilai edukasi mengenai cara penanganan kotoran tikus sangat membantu masyarakat, terutama bagi warga yang sering melakukan aktivitas bersih-bersih di rumah maupun lingkungan sekitar. Keluarganya kini lebih rutin membersihkan rumah dan memastikan makanan tersimpan di tempat tertutup untuk menghindari kontak dengan tikus.
“Menurut saya informasi seperti ini penting, karena banyak masyarakat yang belum tahu kalau penularannya bisa dari kotoran atau air kencing tikus. Jadi sekarang lebih waspada,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....