Gaya Hidup Modern Anak Muda Picu Risiko Diabetes

  • 09 Mei 2026 19:36 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID,Gorontlo -Diabetes yang dulu identik dengan usia lanjut kini semakin banyak ditemukan pada kalangan muda. Dokter dan pakar kesehatan menyebut pola hidup modern menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya kasus diabetes pada usia 20–30 tahun.

Kebiasaan mengonsumsi minuman manis, kurang tidur, jarang bergerak, hingga stres berkepanjangan dinilai menjadi kombinasi berbahaya yang perlahan merusak kesehatan tubuh. Banyak anak muda tidak sadar bahwa rutinitas sehari-hari mereka bisa meningkatkan kadar gula darah secara signifikan.

Menurut sejumlah tenaga medis,dilansir dari today helath , konsumsi kopi kekinian, boba, minuman soda, dan makanan cepat saji secara berlebihan menjadi faktor paling sering ditemukan. Dalam satu gelas minuman manis, kandungan gula bahkan bisa melebihi batas harian yang dianjurkan.

Selain pola makan, gaya hidup sedentari atau terlalu lama duduk juga menjadi perhatian. Banyak pekerja muda dan mahasiswa menghabiskan waktu berjam-jam di depan laptop maupun ponsel tanpa aktivitas fisik yang cukup. Kondisi ini dapat memicu obesitas, yang merupakan salah satu faktor risiko utama diabetes tipe 2.

Tak hanya itu, stres akibat tekanan pekerjaan dan media sosial juga dianggap berpengaruh terhadap kesehatan metabolisme tubuh. Saat stres, tubuh memproduksi hormon tertentu yang dapat memengaruhi kadar gula darah jika terjadi terus-menerus.

Gejala awal diabetes pada anak muda sering kali tidak disadari. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:

• sering haus,

• cepat lapar,

• mudah lelah,

• berat badan turun drastis,

• dan sering buang air kecil.

Para ahli menyarankan generasi muda mulai menerapkan pola hidup sehat sejak dini. Mengurangi konsumsi gula, rutin berolahraga minimal 30 menit sehari, tidur cukup, serta memperbanyak konsumsi sayur dan buah dinilai efektif membantu menurunkan risiko diabetes.

Pemeriksaan gula darah secara berkala juga penting dilakukan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan diabetes.

Meningkatnya kasus diabetes pada usia muda menjadi pengingat bahwa penyakit ini bukan lagi ancaman untuk orang tua saja. Gaya hidup sehari-hari kini menjadi penentu utama kesehatan di masa depan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....