Gairahkan Minat Anak di Dunia Kesehatan, Sukaba Gelar Junior Medical Olympiad
- 09 Mei 2026 13:26 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Suluh Kasih Bangsa (Sukaba) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Surakarta menggelar Junior Medical Olympiad 2026. Kegiatan ini berlangsung di SMP Negeri 1 Solo pada Sabtu 9 Mei 2026.
Ketua Panitia Junior Medical Olympiad, dr. Enny Listyawati, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menggairahkan kembali minat anak-anak terhadap profesi di bidang kesehatan, khususnya dokter dan dokter gigi.
"Kegiatan perdana di tahun 2026 ini diikuti sebanyak 272 siswa dari 172 Sekolah Dasar (SD) negeri maupun swasta di Kota Solo. Peserta merupakan siswa kelas 4 dan 5 yang dinilai memiliki pemahaman serta keterampilan dasar di bidang kesehatan," ujar dr. Enny saat ditemui RRI di sela-sela acara.
Adapun materi yang dilombakan meliputi pengetahuan umum Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), kesehatan mata, gigi, dan telinga, serta anatomi tubuh. Selain itu, peserta juga diuji mengenai Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dan pertolongan pertama pada penyakit.
Tidak hanya bagi siswa, dr. Enny menambahkan bahwa kegiatan ini juga melibatkan orang tua dan guru pendamping melalui program khusus bertajuk "Sukaba Edutime".
"Harapannya, kita memiliki banyak anak yang tidak hanya menerapkan gaya hidup sehat, tetapi juga menjadi role model dan penyuluh kesehatan bagi teman sebaya di lingkungannya," ucap dia.

Dalam sesi "Sukaba Edutime", para orang tua dan guru mendapatkan edukasi mengenai kesehatan dan pendidikan anak. Salah satu materi krusial yang disampaikan adalah pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui inovasi vaksinasi dengue, mengingat kasus ini masih menjadi ancaman sepanjang tahun.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dwi Ariyatno, menyambut positif agenda ini. Menurutnya, *Junior Medical Olympiad* 2026 menjadi momentum untuk menghidupkan kembali peran UKS agar lebih aktif mencetak agen promosi kesehatan di sekolah.
"Anak-anak ini nantinya diharapkan menjadi penyampai informasi dan agen perubahan terkait kesadaran kesehatan, baik untuk diri sendiri maupun lingkungan sekolah," kata Dwi.

Dwi juga menekankan pentingnya memperkuat kembali keberadaan 'Dokter Kecil' di sekolah sebagai penggerak budaya hidup sehat sejak dini sekaligus memberikan gambaran profesi tenaga kesehatan sebagai inspirasi cita-cita masa depan.
Kegembiraan juga dirasakan oleh salah satu peserta, Arjuna Al Gazali. Siswa SD Mijen ini mengaku antusias meskipun sempat merasa tegang saat mengikuti perlombaan untuk pertama kalinya.
"Saya senang sekali bisa ikut lomba dokter kecil ini. Rasanya agak tegang sedikit, tetapi semua soal materi tetap bisa saya kerjakan karena sudah dipelajari sebelumnya," ucap Arjuna dengan bangga. SF/MI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....