Mengenal Enam Jenis Nutrisi si Pengelola Depresi

  • 07 Mei 2026 21:22 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Konsumsi makanan yang tinggi nutrisi dan antioksidan diketahui baik untuk memelihara kesehatan otak dan mengurangi risiko terjadinya depresi. Berikut beberapa nutirisi di dalam makanan yang berperan dalam menjaga kesehatan mental dan mencegah terjadinya depresi:

  1. Vitamin B12
    Vitamin B12 diketahui dapat mengurangi peradangan pada jaringan tubuh, termasuk di otak, serta menurunkan risiko demensia dan depresi. Makanan yang mengandung vitamin B12 meliputi telur, ayam, hati sapi, dan juga sereal yang sudah diperkaya dengan vitamin B12.
  2. Asam folat
    Kekurangan asam folat atau vitamin B9 berhubungan dengan suasana hati yang buruk. Oleh karena itu, Anda dianjurkan untuk mengonsumsi beberapa jenis makanan sumber asam folat, seperti sayuran hijau, buah jeruk, kacang-kacangan, roti, pasta, nasi, dan sereal.
  3. Omega-3
    Asam lemak omega-3 yang terkandung di dalam ikan, seperti salmon dan makarel, berperan dalam menjaga fungsi otak. Selain itu, nutrisi ini juga dapat membantu mencegah peradangan, serta berpengaruh terhadap pengantaran hormon serotonin dan dopamin dalam tubuh.
  4. Zinc
    Seng (zinc) dapat membantu memperkuat respons tubuh terhadap stress dan mengurangi depresi. Zinc banyak terkandung di dalam makanan laut, contohnya kerang, lobster, dan kepiting. Selain itu, zinc juga terkandung pada daging ayam, daging sapi, kacang merah, dan kacang almond.
  5. Magnesium
    Berbagai studi menunjukkan bahwa kekurangan magnesium dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami depresi dan gangguan cemas. Oleh karena itu, magnesium dapat dikonsumsi sebagai salah satu kandungan makanan atau suplemen yang dapat mencegah dan meringankan depresi.
    Mineral ini banyak ditemukan secara alami pada sayuran, ikan, susu, dan kacang-kacangan seperti kacang kedelai, kacang merah, dan almond.
  6. Vitamin D
    Vitamin D terkenal dapat menguatkan tulang dan gigi serta daya tahan tubuh. Selain itu, vitamin D juga diketahui berperan dalam mencegah dan meringankan depresi.
    Perlu diingat bahwa konsumsi makanan pencegah depresi bukan berarti dapat menggantikan tindakan penanganan yang seharusnya diberikan dokter untuk menangani depresi
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....