Puasa Berselang Picu Asam Lambung, Benarkah?

  • 19 Apr 2026 19:08 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Intermittent fasting atau puasa berselang semakin populer sebagai metode diet yang dinilai efektif untuk menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan metabolik. Namun, di balik manfaat tersebut, muncul pertanyaan apakah pola makan ini justru bisa memicu Asam lambung naik.

Asam lambung atau refluks terjadi ketika cairan lambung naik ke kerongkongan dan menimbulkan sensasi terbakar di dada. Kondisi ini umumnya dipengaruhi oleh pola makan, jenis makanan, serta kebiasaan sehari-hari yang kurang tepat.

Intermittent fasting sendiri adalah pola makan yang mengatur waktu makan dan puasa dalam periode tertentu. Salah satu metode yang paling populer adalah 16:8, yaitu makan dalam jangka waktu delapan jam dan berpuasa selama 16 jam. Berbeda dengan diet pada umumnya, metode ini lebih fokus pada kapan seseorang makan dibandingkan apa yang dikonsumsi.

Ahli gastroenterologi Manoj Gupta menjelaskan bahwa dalam beberapa kasus, intermittent fasting justru dapat membantu mengurangi gejala asam lambung. Pengaturan waktu makan dinilai mampu menurunkan paparan asam pada kerongkongan serta mengurangi tekanan pada lambung.

Namun, efek tersebut tidak berlaku untuk semua orang. Pada individu dengan lambung sensitif, puasa terlalu lama justru dapat meningkatkan produksi asam lambung. Kondisi ini bisa memicu iritasi, terutama jika tidak ada makanan yang menetralisir asam tersebut.

Selain itu, kebiasaan makan berlebihan saat waktu berbuka juga menjadi faktor pemicu. Konsumsi makanan dalam jumlah besar sekaligus dapat meningkatkan tekanan pada lambung dan melemahkan katup antara lambung dan kerongkongan, sehingga memicu refluks.

Para ahli menyarankan metode 16:8 sebagai pilihan yang relatif aman, dengan catatan tetap memperhatikan pola makan selama jendela makan. Mengonsumsi makanan dalam porsi kecil, menghindari makanan pemicu, serta berkonsultasi dengan tenaga medis menjadi langkah penting agar manfaat intermittent fasting dapat diperoleh tanpa memperburuk kondisi kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....