Intermittent Fasting Setiap Hari, Aman atau Justru Berisiko?
- 13 Apr 2026 16:33 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Metode diet intermittent fasting atau puasa berkala semakin populer di kalangan masyarakat. Pola makan ini mengatur waktu antara puasa dan makan, yang umumnya dilakukan selama 16 jam puasa dan 8 jam waktu makan dalam sehari.
Banyak orang tertarik menjalani intermittent fasting karena dinilai efektif membantu menurunkan berat badan serta menjaga kadar gula darah tetap stabil. Selain itu, metode ini juga dikaitkan dengan proses perbaikan sel tubuh atau autofagi yang bermanfaat bagi kesehatan.
Namun, menjalani intermittent fasting setiap hari tidak selalu cocok untuk semua orang. Meski dianggap aman jika tubuh mampu beradaptasi dan kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukannya secara rutin.
Salah satu kunci utama adalah memastikan asupan nutrisi tetap seimbang. Selama jendela makan, tubuh tetap membutuhkan protein, vitamin, dan mineral yang cukup. Jika tidak, tubuh bisa mengalami kelelahan, sulit fokus, hingga penurunan massa otot.
Selain itu, tidak semua orang disarankan menjalani metode ini tanpa pengawasan. Ibu hamil, ibu menyusui, penderita diabetes, remaja, hingga individu dengan aktivitas fisik tinggi sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum mencoba intermittent fasting.
Jika dilakukan tanpa menyesuaikan kondisi tubuh, intermittent fasting setiap hari juga berisiko menimbulkan efek samping seperti sakit kepala, gangguan tidur, hingga ketidakseimbangan hormon, terutama pada sebagian wanita yang lebih sensitif.
Meski begitu, bila dilakukan dengan benar dan sesuai kondisi tubuh, intermittent fasting tetap dapat memberikan manfaat. Kunci utamanya adalah mengenali respons tubuh, tidak memaksakan diri, serta menjaga pola makan tetap sehat dan bergizi.
Dengan pendekatan yang tepat, metode ini bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat. Namun, penting untuk diingat bahwa setiap orang memiliki kondisi tubuh yang berbeda, sehingga pola diet yang dijalani perlu disesuaikan secara bijak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....