“Balas Dendam Makan” usai Lebaran Berpotensi Ganggu Kesehatan

  • 27 Mar 2026 10:09 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Fenomena “balas dendam makan” setelah Lebaran menjadi perhatian para ahli kesehatan. Masyarakat diimbau tetap mengontrol pola makan meski momen puasa telah berlalu.

Dilansir dari laman Prasetya Universitas Brawijaya, perubahan pola makan setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan menjadi salah satu faktor utama munculnya kebiasaan makan berlebihan. Setelah Lebaran, tubuh yang sebelumnya terbiasa makan teratur saat sahur dan berbuka, kembali mengalami perubahan pola konsumsi yang tidak terkontrol.

Menurut dokter spesialis penyakit dalam konsultan saluran cerna dan hati Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, dr. Syifa Mustika, kondisi ini kerap terjadi karena masih tersedianya makanan khas Lebaran di rumah. Selain itu, aktivitas silaturahmi yang masih berlangsung saat hari raya juga mendorong seseorang untuk makan berulang kali dalam waktu singkat.

Ia menjelaskan, perubahan mendadak dalam pola makan tersebut dapat memicu berbagai gangguan kesehatan. Keluhan yang umum terjadi antara lain perut kembung, mual, nyeri ulu hati, hingga gangguan pencernaan lainnya. Bahkan, kondisi ini dapat memperburuk penyakit yang sudah ada sebelumnya seperti GERD dan dispepsia.

Berdasarkan penjelasan tersebut, konsumsi makanan berlebihan, terutama yang tinggi lemak, gula, dan santan, juga berisiko meningkatkan kadar kolesterol dan gula darah. Kondisi ini menjadi perhatian khusus, terutama bagi penderita diabetes maupun penyakit metabolik lainnya.

Selain itu, perubahan pola makan secara tiba-tiba juga berdampak pada sistem metabolisme tubuh. Tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi kembali dalam mengatur energi, kadar gula darah, serta hormon yang mengontrol rasa lapar dan kenyang.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat disarankan untuk tetap bijak dalam mengatur porsi makan setelah Lebaran. Mengonsumsi makanan secara bertahap, memperbanyak asupan air putih, serta menyeimbangkan menu dengan buah dan sayur dapat membantu menjaga kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....