Cacingan Bukan Penyakit Sepele

  • 26 Mar 2026 19:25 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya — Infeksi cacing pada manusia dapat menimbulkan berbagai dampak kesehatan, mulai dari mual, muntah, diare, hingga penurunan berat badan dan anemia. Dalam kondisi berat, kecacingan bahkan dapat menyebabkan kerusakan pada usus serta komplikasi serius pada organ lain.

Beberapa waktu lalu, isu cacingan kembali menjadi perhatian setelah muncul kasus anak dengan komplikasi akibat infeksi cacing gelang (Ascaris lumbricoides). Bahkan, terdapat laporan yang berujung pada kematian. Kondisi ini menyadarkan masyarakat bahwa cacingan bukan sekadar penyakit ringan.

Data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan angka kecacingan nasional pada anak sekitar 3,3 persen, namun di beberapa daerah bisa mencapai lebih dari 10 persen. Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut ratusan juta anak di dunia masih berisiko dan memerlukan obat pencegahan cacing secara rutin.

Infeksi cacing umumnya terjadi ketika telur atau larva masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, konsumsi sayur dan buah yang tidak dicuci bersih, serta kebiasaan tidak mencuci tangan. Selain itu, lingkungan yang kurang bersih dan kebiasaan tidak menggunakan alas kaki juga dapat meningkatkan risiko, karena larva cacing dapat menembus kulit.

Jenis cacing yang sering menginfeksi manusia antara lain cacing gelang, cacing tambang, dan cacing cambuk. Infeksi yang berlangsung lama dapat menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi, sehingga penderita menjadi lemas, pucat, sulit berkonsentrasi, dan pada anak-anak dapat mengganggu pertumbuhan serta perkembangan otak.

Meski gejala awal sering dianggap ringan, seperti gatal di sekitar anus atau nyeri perut, kecacingan tidak boleh diabaikan. Dalam jumlah banyak, cacing dapat menyumbat usus dan memicu infeksi serius.

Pada anak usia sekolah, kecacingan juga berdampak pada prestasi belajar. Kondisi tubuh yang lemah membuat anak mudah mengantuk dan sulit fokus. Sementara pada orang dewasa, infeksi cacing dapat menurunkan produktivitas kerja, terutama jika disertai anemia.

Pencegahan cacingan sebenarnya cukup sederhana. Masyarakat dianjurkan untuk mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah dari toilet, mencuci bersih bahan makanan, memastikan makanan dimasak hingga matang, menggunakan alas kaki saat beraktivitas di luar rumah, serta menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi.

Selain itu, konsumsi obat cacing secara rutin minimal dua kali setahun juga dianjurkan, terutama bagi anak-anak sesuai program kesehatan pemerintah.

Jika sudah terinfeksi, pengobatan relatif mudah dengan obat seperti albendazol atau mebendazol yang diresepkan dokter. Namun, penerapan pola hidup bersih tetap menjadi kunci utama untuk mencegah infeksi berulang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....