Waspada! Kaki Lemas Tiba-tiba Bisa Jadi Tanda Stroke Ringan, Jangan Diabaikan
- 24 Mar 2026 16:19 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Seringkali kita menganggap remeh rasa lemas atau kesemutan di area kaki dan tangan, mengiranya hanya sekadar kelelahan atau "salah urat". Namun, para ahli kesehatan memperingatkan bahwa sensasi lemas yang muncul secara tiba-tiba bisa jadi merupakan alarm dari Transient Ischemic Attack (TIA) atau yang lebih dikenal sebagai stroke ringan.
Stroke ringan terjadi ketika aliran darah ke otak terhenti sejenak. Meski gejalanya sering hilang dalam hitungan menit atau jam, ini adalah "peringatan keras" sebelum terjadinya stroke permanen yang lebih parah.
Ciri-Ciri Utama Stroke Ringan yang Harus Diwaspadai
Selain kaki lemas yang muncul mendadak, berikut adalah gejala spesifik lainnya yang perlu Anda kenali dengan metode FAST:
- F (Face Drooping): Salah satu sisi wajah terlihat turun atau tidak simetris, terutama saat tersenyum.
- A (Arm Weakness): Lengan atau kaki terasa lemah, lumpuh, atau mati rasa. Biasanya hanya terjadi pada satu sisi tubuh saja.
- S (Speech Difficulty): Bicara menjadi pelo, tidak jelas, atau kesulitan menemukan kata-kata yang tepat saat berkomunikasi.
- T (Time to Call Emergency): Jika gejala di atas muncul, jangan menunggu hilang. Segera cari bantuan medis ke rumah sakit terdekat.
Mengapa Kaki Lemas Jadi Kunci?
Berbeda dengan lemas karena otot lelah, lemas pada stroke ringan biasanya terjadi secara unilateral (hanya sisi kiri atau hanya sisi kanan). Jika Anda tiba-tiba merasa kaki tidak kuat menumpu beban atau terseret saat berjalan tanpa alasan yang jelas, itu adalah indikasi kuat adanya gangguan saraf di otak.
Gejala stroke ringan seringkali hilang dalam waktu kurang dari 24 jam. Namun, bukan berarti ancamannya hilang. Data menunjukkan bahwa banyak penderita stroke berat mengalami stroke ringan beberapa hari sebelumnya.
Langkah Pencegahan
Mengenali ciri-cirinya adalah langkah awal, namun mencegahnya jauh lebih baik. Dokter menyarankan untuk rutin mengontrol tekanan darah, menjaga kadar kolesterol, dan berhenti merokok untuk menurunkan risiko penyumbatan pembuluh darah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....