Waspada, Makan Berlebihan saat Lebaran Bisa Berdampak Buruk bagi Tubuh
- 21 Mar 2026 15:54 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Hari Raya Idul Fitri identik dengan berbagai hidangan lezat yang menggugah selera. Mulai dari opor ayam, rendang, gulai, hingga aneka kue manis kerap tersaji di meja. Namun, kebiasaan makan berlebihan saat Lebaran perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan tubuh.
Setelah sebulan menjalani puasa, tubuh terbiasa dengan pola makan yang lebih teratur. Ketika Lebaran tiba, perubahan mendadak dengan konsumsi makanan tinggi lemak, santan, gula, dan garam dalam jumlah besar dapat membuat sistem pencernaan bekerja lebih berat. Kondisi ini berisiko menyebabkan perut kembung, mual, hingga gangguan asam lambung.
Selain gangguan pencernaan, makan berlebihan juga dapat memicu lonjakan kadar gula darah dan kolesterol. Hal ini terjadi karena banyak makanan khas Lebaran mengandung kalori tinggi. Jika dikonsumsi tanpa kontrol, tubuh akan menyimpan kelebihan energi tersebut menjadi lemak yang berujung pada kenaikan berat badan secara cepat.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengingatkan masyarakat untuk membatasi konsumsi makanan tinggi lemak dan gula saat hari raya. Pola makan berlebihan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, kolesterol, serta memperburuk kondisi bagi penderita diabetes dan penyakit jantung. Karena itu, pengaturan porsi makan sangat dianjurkan agar tubuh tetap sehat selama perayaan Lebaran.
Untuk menghindari dampak tersebut, masyarakat disarankan mengambil porsi kecil, memperbanyak sayur dan buah, serta mengimbangi dengan minum air putih yang cukup. Mengunyah makanan secara perlahan juga membantu tubuh memberi sinyal kenyang sehingga tidak berlebihan.
Menikmati hidangan Lebaran tetap boleh dilakukan, namun kuncinya adalah bijak dalam mengatur porsi. Dengan pola makan yang seimbang, suasana silaturahmi tetap terasa nyaman tanpa mengorbankan kesehatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....