Waspada Silent Killer: Kenali Gejala Awal Hipertensi sejak Dini

  • 28 Feb 2026 23:09 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung: Hipertensi atau tekanan darah tinggi dikenal sebagai “silent killer” karena sering tidak menunjukkan gejala yang jelas, namun dapat menimbulkan komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung, hingga gagal ginjal. Menurut data World Health Organization, lebih dari 1 miliar orang di dunia menderita hipertensi, dan sebagian besar tidak menyadari kondisi ini hingga terlambat.

Meskipun hipertensi sering tidak menimbulkan gejala, beberapa tanda ringan dapat muncul, antara lain:

  1. Sakit Kepala Ringan – Terutama di bagian belakang kepala, yang muncul secara tiba-tiba.
  2. Pusing atau Vertigo – Perasaan tidak seimbang yang muncul sesekali.
  3. Penglihatan Kabur – Mata kadang terasa tegang atau pandangan menjadi tidak fokus.
  4. Kelelahan yang Tidak Wajar – Tubuh cepat lelah meski aktivitas ringan.
  5. Denyut Jantung Tidak Teratur – Sensasi jantung berdebar atau berdetak lebih cepat dari biasanya.

Ahli jantung menekankan bahwa gejala ini sering diabaikan karena muncul sporadis, sehingga penting untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin.

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko hipertensi meliputi:

  • Pola makan tinggi garam dan lemak jenuh
  • Kurang aktivitas fisik
  • Konsumsi alkohol berlebihan
  • Riwayat keluarga dengan hipertensi
  • Obesitas atau kelebihan berat badan

Pencegahan merupakan kunci utama dalam menangani hipertensi. Beberapa langkah yang dianjurkan oleh pakar kesehatan antara lain:

  • Memantau tekanan darah secara rutin, minimal setiap 6 bulan sekali
  • Mengurangi konsumsi garam dan makanan olahan
  • Rajin berolahraga minimal 30 menit per hari
  • Mengelola stres melalui meditasi atau hobi yang menyenangkan
  • Menjaga berat badan ideal dan pola tidur teratur

Dengan deteksi dini, hipertensi dapat dikontrol sehingga risiko komplikasi jangka panjang dapat diminimalkan. “Hipertensi yang terdeteksi sejak awal memungkinkan pasien untuk melakukan perubahan gaya hidup dan, jika perlu, pengobatan medis sehingga kualitas hidup tetap terjaga,” jelas dr. Rina Kusuma, spesialis penyakit dalam di Jakarta.

Masyarakat diimbau untuk tidak menunggu gejala muncul, tetapi mulai melakukan pemeriksaan rutin, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko tinggi. Hipertensi bukan hanya masalah usia tua; orang muda pun berpotensi mengalaminya jika gaya hidup kurang sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....