Waspada Makanan Favorit Puasa Berbahaya bagi Diabetes
- 28 Feb 2026 22:15 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Bulan puasa identik dengan tradisi berbuka yang menghadirkan beragam hidangan manis dan minuman segar sebagai pelepas dahaga setelah seharian menahan lapar, konsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat sederhana kerap menjadi pilihan utama karena mampu mengembalikan energi dengan cepat. Namun demikian, bagi individu yang hidup dengan diabetes, pola konsumsi semacam ini memerlukan perhatian serius. Kandungan gula yang tinggi berpotensi menyebabkan lonjakan kadar glukosa darah secara drastis, yang apabila tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko komplikasi kesehatan.
Oleh karena itu, penderita diabetes perlu menerapkan prinsip kehati-hatian dalam memilih menu berbuka maupun sahur, pengaturan porsi makan, pemilihan sumber karbohidrat kompleks, serta pembatasan asupan gula tambahan menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas kadar gula darah selama berpuasa. Dengan pemahaman yang tepat mengenai jenis makanan yang sebaiknya dihindari dan alternatif yang lebih sehat, ibadah puasa tetap dapat dijalankan secara optimal tanpa mengabaikan aspek kesehatan.
Berikut makanan favorit di bulan puasa yang pantang dikonsumsi penderita diabetes dikutip dari laman beautynesia.id :
| Baca juga: Lebaran Sehat, Hindari Makan Berlebihan |
1. Es Buah
Es buah kerap menjadi pilihan utama saat berbuka karena memberikan sensasi segar setelah seharian berpuasa. Meskipun mengandung potongan buah, sajian ini umumnya ditambahkan sirup, gula cair, maupun susu kental manis yang secara signifikan meningkatkan kadar gula. Kombinasi tersebut berpotensi memicu kenaikan glukosa darah secara cepat, khususnya pada penderita diabetes.
Sebagai alternatif, penderita diabetes disarankan mengonsumsi buah segar tanpa tambahan gula atau menggunakan pemanis rendah kalori sesuai rekomendasi tenaga kesehatan. Pengaturan porsi serta mengombinasikannya dengan sumber serat atau protein dapat membantu memperlambat penyerapan gula dan menjaga kestabilan kadar glukosa.
2. Camilan Manis
Beragam camilan seperti kue kering dan martabak manis menjadi hidangan populer selama Ramadan. Produk ini umumnya mengandung tepung terigu, gula, mentega, serta tambahan topping manis yang meningkatkan beban karbohidrat sederhana. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan lonjakan gula darah dalam waktu singkat.
Bagi penderita diabetes, pembatasan konsumsi sangat dianjurkan. Jika ingin menikmatinya, penting untuk memperhatikan ukuran porsi, mengurangi topping tinggi gula, dan menyesuaikannya dengan perencanaan makan harian agar keseimbangan gula darah tetap terjaga.
3. Minuman Tinggi Gula
Minuman seperti boba, thai tea, maupun kopi susu dengan tambahan gula dan krimer banyak diminati sebagai pelepas dahaga. Namun, kandungan gula cair dalam minuman tersebut lebih cepat diserap tubuh dibandingkan gula dalam bentuk padat, sehingga berisiko meningkatkan kadar glukosa darah secara drastis.
Penderita diabetes sebaiknya membatasi atau menghindari jenis minuman ini. Pilihan yang lebih aman adalah minuman tanpa tambahan gula atau menggunakan pemanis rendah kalori sesuai anjuran medis. Idealnya, air putih tetap menjadi pilihan utama saat berbuka.
4. Puding Manis
Puding sering dipilih karena teksturnya lembut dan mudah dikonsumsi setelah berpuasa. Akan tetapi, puding umumnya mengandung gula tambahan dan kerap disajikan bersama sirup atau vla manis. Kombinasi ini dapat mempercepat peningkatan kadar gula darah, terlebih saat dikonsumsi dalam kondisi perut kosong.
Sebagai solusi, pilihlah puding rendah gula atau yang menggunakan pemanis alternatif. Hindari tambahan topping berlebihan dan sesuaikan konsumsinya dengan kebutuhan karbohidrat harian agar kadar gula darah tetap stabil.
5. Bubur Manis
Bubur sumsum, bubur ketan hitam, maupun bubur kacang hijau merupakan sajian tradisional yang digemari saat Ramadan. Namun, tambahan gula, santan, dan saus manis menjadikan hidangan ini tinggi karbohidrat sederhana. Penyerapan gula yang cepat dapat memicu lonjakan glukosa darah pada penderita diabetes.
Untuk meminimalkan risiko, konsumsi bubur manis sebaiknya dibatasi secara ketat atau dihindari. Apabila tetap ingin menikmatinya, gunakan pemanis rendah kalori, kurangi gula tambahan, serta padukan dengan sumber serat atau protein guna memperlambat penyerapan gula.
Menjalankan puasa bagi penderita diabetes memerlukan perencanaan dan kedisiplinan dalam memilih makanan. Dengan membatasi asupan tinggi gula dan memperhatikan porsi makan, kestabilan kadar gula darah dapat lebih terjaga. Dengan demikian, ibadah puasa tetap dapat dilaksanakan secara aman tanpa mengesampingkan aspek kesehatan selama bulan Ramadan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....