Mengapa Orang Puasa Lebih Mudah Marah? Ini Penjelasan Psikolog

  • 28 Feb 2026 21:14 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Banyak orang merasa lebih mudah tersulut emosi saat menjalani ibadah puasa. Menurut Psikolog Klinis RS AMC Muhammadiyah, Ismatul Maula, kondisi tersebut secara biologis memang wajar terjadi.

Ia menjelaskan, saat berpuasa kondisi kadar gula darah dalam tubuh menurun karena tidak ada asupan makanan dalam waktu tertentu. Penurunan gula darah membuat energi tubuh menjadi terbatas, sehingga otak menjadi lebih sensitif terhadap stres.

"Jadi betul memang kalua lagi puasa kita cenderung lebih mudah marah. Justru normalnya memang begitu. Kalau lagi puasa enggak marah-marah, tidak lebih mudah marah justru jadi pertanyaan, "Wah ini beneran puasa enggak nih?," kan gitu," ujar Isma saat dihubungi, Sabtu, 28 Februari 2026.

Selain faktor lapar, kurang tidur yang kerap terjadi selama puasa juga memperburuk kondisi emosional. Menurutnya, kualitas tidur yang tidak optimal dapat menurunkan kemampuan seseorang dalam mengontrol diri.

"Kurang tidur, baik saat puasa maupun tidak, selalu berdampak pada penurunan kontrol diri. Kalau ditambah kondisi lapar, itu kombinasi yang membuat seseorang lebih impulsif dan reaktif," ucapnya.

Ia menambahkan, hormon dalam tubuh sulit stabil ketika seseorang berada dalam kondisi lapar. Padahal kestabilan hormone membutuhkan energi dan kalori yang cukup. Ketidakseimbangan ini turut memengaruhi fungsi otak, sehingga regulasi emosi menjadi kurang optimal.

Isma menegaskan, kondisi tersebut masih tergolong normal selama tidak berlangsung secara ekstrem. Jika kemarahan terjadi berulang, sulit dikendalikan, hingga menimbulkan penyesalan mendalam yang terus berulang, maka diperlukan bantuan profesional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....