UKM Peduli NAPZA Ajak Mahasiswa Hindari Narkoba
- 27 Feb 2026 12:45 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Penyalahgunaan NAPZA masih menjadi ancaman serius bagi generasi muda di lingkungan kampus. Mahasiswa dinilai perlu memahami jenis dan dampaknya agar tidak terjebak sejak awal.
NAPZA merupakan singkatan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Zat tersebut bekerja pada sistem saraf pusat dan dapat mengubah pikiran serta perilaku.
Pembahasan ini mengemuka dalam program SPADA Pro 2 FM Semarang pada 26 Februari 2026 pagi. Topik "Kenali untuk Hindari" menekankan pentingnya edukasi pencegahan bagi mahasiswa.
Ketua UKM Peduli NAPZA UNDIP 2026, Audia Paradisa Agisti, hadir sebagai narasumber. Ia menjelaskan organisasi yang dipimpinnya fokus pada kampanye hidup sehat tanpa ketergantungan zat.
Audia memaparkan narkotika terbagi dalam tiga golongan dengan potensi adiksi berbeda. Contohnya ganja, heroin, dan kokain yang memiliki risiko ketergantungan tinggi.
Ia juga menyoroti psikotropika serta zat adiktif legal seperti rokok, vape, dan alkohol. Menurutnya, zat legal sering menjadi pintu masuk karena mudah didapat dan diterima sosial.
Audia menilai remaja menjadi target empuk karena masih berada pada fase pencarian jati diri. Secara biologis, kontrol diri pada usia muda belum berkembang sempurna.
“Sekali saja zat itu masuk, hormon dopamin bisa dimanipulasi dan menciptakan efek nagih,” ujarnya. Ia menegaskan anggapan coba sekali tidak berisiko adalah keliru.
Tanda awal penyalahgunaan dapat terlihat dari perubahan fisik maupun perilaku. Mata memerah, berat badan menurun drastis, hingga prestasi akademik turun perlu diwaspadai.
Jika menemukan teman terpapar, mahasiswa diminta tidak menghakimi. Mereka dapat mengarahkan teman mencari bantuan profesional atau lembaga rehabilitasi.
Menurut Audia, kecanduan merupakan penyakit yang bisa dipulihkan melalui proses panjang. Rehabilitasi bahkan dapat berlangsung berbulan hingga satu tahun sesuai kondisi pengguna.
UKM Peduli NAPZA UNDIP menjalankan sosialisasi sekolah, webinar nasional, serta kampanye Hari Anti Narkotika Nasional. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat benteng pencegahan di kalangan mahasiswa.
“Masa depan kalian terlalu berharga untuk ditukar kesenangan sementara,” tegasnya. Ia mengajak mahasiswa berkata tidak pada narkoba demi impian dan masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....