Bolehkah Minum Kopi saat Buka Puasa?

  • 23 Feb 2026 12:39 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Selama bulan Ramadan, berbagai kebiasaan harian perlu disesuaikan dengan pola ibadah puasa, termasuk rutinitas minum kopi di pagi hari, karena pada saat umat Muslim menahan diri dari makan dan minum sejak waktu imsak hingga azan Maghrib sebagai tanda berbuka. Artinya, sepanjang siang hingga petang, tidak ada asupan makanan maupun minuman yang boleh dikonsumsi. Perubahan pola ini membuat waktu menikmati kopi pun perlu diatur ulang agar tetap nyaman bagi tubuh.

Terkait waktu terbaik, kopi sebaiknya tidak langsung diminum saat berbuka, dahulukan air putih atau minuman hangat yang ringan seperti teh untuk membantu tubuh beradaptasi, kandungan kafein dalam kopi dapat memicu peningkatan asam lambung apabila dikonsumsi saat perut masih kosong. Waktu yang lebih dianjurkan adalah sekitar satu hingga dua jam setelah berbuka, yakni setelah makan dan minum air putih, sehingga lambung sudah lebih siap menerima asupan kafein.

Walaupun demikian, konsumsi kopi saat berbuka juga memiliki beberapa potensi dampak, berikut dikutip dari laman grid.id :

1. Gangguan pencernaan

Kandungan kafein berpotensi meningkatkan produksi asam lambung, terutama saat lambung belum terisi makanan. Dampaknya, bisa timbul rasa perih di ulu hati, ketidaknyamanan pada perut, hingga gangguan pada sistem pencernaan.

2. Dehidrasi

Kopi memiliki efek diuretik yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil. Bila asupan cairan tidak tercukupi, kondisi ini berisiko membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan setelah berbuka, sehingga rasa haus mudah kembali muncul dan potensi dehidrasi pun meningkat.

3. Sakit kepala

Pada sebagian orang, konsumsi kafein secara teratur dapat memicu ketergantungan. Ketika asupannya berkurang atau dihentikan secara tiba-tiba selama puasa, tubuh bisa menunjukkan gejala seperti sakit kepala, tubuh terasa lemas, perubahan suasana hati, hingga menjadi lebih mudah tersinggung.

Secara umum, minum kopi saat menjalankan puasa tetap diperbolehkan, selama dikonsumsi pada waktu yang tepat dan tidak berlebihan agar tidak berdampak negatif pada kesehatan. Lalu, apakah kopi benar-benar membantu menjaga fokus saat berkendara selama puasa, atau justru memicu dehidrasi dan menurunkan konsentrasi? Menurut dr. Inge Permadhi, MS, SpGK, dokter spesialis gizi klinik di Mochtar Riady Comprehensive Cancer Centre (MRCCC) Siloam Hospitals, efek kopi pada setiap orang bisa berbeda karena dipengaruhi faktor genetik.

Ia menjelaskan bahwa dampak kopi, baik diminum saat sahur maupun berbuka, sangat bergantung pada respons tubuh masing-masing individu. “Ada orang yang sensitif terhadap kafein, misalnya pada kesehatan jantung. Minum sedikit saja sudah membuat jantung berdebar. Bagi sebagian orang, sensasi tersebut justru meningkatkan fokus. Namun pada orang lain, kondisi itu terasa mengganggu,” ujarnya. Karena itu, efek kopi terhadap performa tubuh dan tingkat konsentrasi tidak bisa disamaratakan, respons setiap individu berbeda-beda sesuai dengan faktor genetiknya.

Ia juga menambahkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah berlebihan dapat memperkuat efek diuretik, yaitu meningkatkan produksi urine. Jika diminum saat sahur, kondisi ini dapat membuat seseorang lebih cepat merasa haus. Hal tersebut bukan semata karena faktor genetik, melainkan efek kafein yang merangsang peningkatan pengeluaran cairan. Meski buang air kecil bukan masalah utama, keterbatasan asupan cairan selama puasa dapat meningkatkan risiko dehidrasi dan menimbulkan rasa tidak nyaman.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....