Sirup saat Buka Puasa Picu Lonjakan Gula
- 22 Feb 2026 22:52 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung: Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat agar lebih cermat memilih menu berbuka puasa. Minuman manis seperti sirup yang kerap menjadi sajian takjil dinilai kurang tepat jika dikonsumsi berlebihan karena dapat memicu lonjakan gula darah.
Dalam unggahan video di akun media sosialnya @bgsadikin, Menkes menyampaikan bahwa anjuran berbuka dengan yang manis seharusnya dipahami secara benar. Ia menegaskan, yang dimaksud bukanlah minuman tinggi gula, melainkan kurma sebagaimana yang dicontohkan dalam sunnah.
Menurutnya, kurma mengandung gula alami yang disertai serat. Kandungan tersebut membuat proses penyerapan gula berlangsung lebih lambat sehingga kadar gula darah meningkat secara bertahap.
Sebaliknya, sirup umumnya hanya terdiri dari air dan gula sederhana tanpa serat. Gula yang masuk ke tubuh akan cepat diserap ke dalam aliran darah. Kondisi ini menyebabkan pankreas bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin guna menyeimbangkan kadar gula darah.
Jika dikonsumsi terus-menerus dalam jumlah berlebih, kebiasaan tersebut berpotensi meningkatkan risiko gangguan metabolik, termasuk diabetes. Selain itu, lonjakan gula darah yang cepat juga dapat membuat tubuh mudah lemas dan mengantuk setelah berbuka.
Menkes menilai masih banyak masyarakat yang salah menafsirkan kalimat “berbuka dengan yang manis”. Akibatnya, berbagai makanan dan minuman tinggi gula justru menjadi pilihan utama saat azan Magrib berkumandang.
Ia pun mengajak masyarakat untuk kembali pada prinsip gizi seimbang dan memilih sumber manis yang lebih bermanfaat bagi kesehatan. Kurma, selain bernilai ibadah, juga dinilai memiliki dasar ilmiah yang mendukung kesehatan pencernaan dan kestabilan energi.
“Jadi jelas, sunnah makan kurma itu ternyata sangat ilmiah dan sehat,” ujar Menkes dalam keterangan unggahannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....