BPJS Kesehatan Imbau Masyarakat Jaga Pola Makan dan Cek Status JKN

  • 23 Feb 2026 01:13 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - BPJS Kesehatan menghimbau seluruh lapisan masyarakat agar tetap menjaga pola makan sehat saat menjalankan ibadah puasa. Masyarakat harus terus memantau risiko kondisi kesehatan lewat aplikasi penunjang resmi selama bulan suci Ramadhan ini.

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menyediakan layanan pemantauan melalui fitur khusus pada gawai pintar masing-masing. Pengaturan asupan makanan seimbang sangat berguna guna mencegah munculnya berbagai masalah penyakit kronis di masa depan.

“Pola makan, porsi makan, dan jenis makanan yang dikonsumsi harus disesuaikan dengan kondisi puasa. Saat berpuasa perut kosong lebih dari 8 jam, maka saat berbuka harus makan perlahan supaya perut tidak kaget. Minum air putih atau teh manis hangat, dilanjutkan dengan kurma, baru dilanjutkan dengan makanan utama setelah sholat maghrib. Konsumsi ini dapat memberikan energi secara berangsur,” ujar Guru Besar Bidang Ilmu Gizi Poltekkes Kemenkes Jakarta II Trina Astuti, Minggu, 22 Februari 2026.

Penderita diabetes disarankan memilih sumber karbohidrat dengan angka indeks glikemik rendah yang berada di bawah nilai 55. Contoh asupan makanan yang baik adalah beras merah atau roti gandum agar gula darah tetap posisi stabil.

“Proporsi makanan juga harus diperhatikan. Misalnya, porsi karbohidrat harus lebih sedikit saat sahur, sementara saat berbuka puasa perbanyak sumber protein. Untuk memenuhi kebutuhan air harian selama puasa, atur pola minum juga. Misalnya, 2 gelas saat berbuka puasa, 4 gelas saat malam hari, dan 2 gelas saat sahur. Hindari teh, kopi, dan gorengan berlebihan saat sahur maupun berbuka puasa,” ujarnya.

Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengingatkan para peserta agar rutin melakukan skrining riwayat kesehatan secara berkala. Fitur bermanfaat ini dapat diakses dengan mudah oleh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) lewat aplikasi Mobile JKN.

“Melalui Skrining Riwayat Kesehatan, masyarakat bisa mengetahui kondisi kesehatannya, apakah berisiko mengidap penyakit kronis atau tidak. Skrining ini dilakukan setahun sekali, tapi besar dampaknya terhadap kesehatan masyarakat di masa depan. Makin cepat diketahui seberapa besar risiko seorang peserta mengidap penyakit kronis, makin cepat pula ditangani. Artinya jika sudah diketahui sejak dini, maka makin besar pula peluang peserta tersebut untuk mencegah kondisinya bertambah parah,” kata Rizzky.

Proses pengisian pertanyaan skrining bisa dilakukan melalui website resmi atau layanan pesan singkat Whatsapp di nomor 08118165165. Peserta juga dapat mengunjungi langsung Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) terdekat untuk menjalani rangkaian pemeriksaan oleh dokter.

Masyarakat juga diminta untuk memeriksa status keaktifan kepesertaan jaminan kesehatan melalui BPJS Kesehatan Care Center 165. Pengecekan status kepesertaan sangat krusial dilakukan guna menghindari kendala biaya saat membutuhkan pelayanan medis secara mendadak.

“Selagi masih sehat, sempatkanlah untuk mengecek status kepesertaan JKN Anda. Prosesnya tidak lama, namun penting dilakukan supaya tidak terkendala saat tiba-tiba sakit. Kalau status kepesertaan JKN kita aktif, sudah ada kepastian jaminan pembiayaan dari BPJS Kesehatan apabila sewaktu-waktu peserta JKN perlu segera membutuhkan layanan kesehatan,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....