Penderita Gerd Tetap Dapat Berpuasa

  • 21 Feb 2026 10:45 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan- Penderita gastroesophageal reflux disease (Gerd) tetap dapat menjalankan puasa dengan pengaturan pola makan dan obat yang tepat. Dokter spesialis penyakit dalam, Dhini Sylvana, mengatakan puasa tetap diperbolehkan bagi penderita gerd selama waktu makan diatur dengan baik, terutama saat sahur agar lambung tidak kosong terlalu lama.

"Berpuasa mungkin boleh saja. Tapi bisa diatasi dengan cara dia kalau mau sahur mungkin jangan terlalu di awal, tapi di ujungnya," kata Dhini, Jumat 20 Februari 2026.

Ia menjelaskan, selain waktu makan, komposisi makanan juga perlu diperhatikan agar energi lebih stabil dan lambung tidak mudah teriritasi. Kurangi karbohidrat dan perbanyak protein karena lebih lama bertahan di lambung. Kemudian saat berbuka, ia mengingatkan agar tidak langsung mengonsumsi makanan yang memicu asam lambung naik.

“Buka puasanya juga jangan yang berminyak-minyak, gorengan. Di start juga dengan makanan-makanan yang mungkin protein dulu atau boleh yang ada seratnya seperti kurma. Hindari juga makan-makanan yang pedas, yang asam, yang menaikkan asam lambung dengan sangat cepat," katanya.

Ia juga menekankan pentingnya aturan minum obat, karena setiap jenis memiliki waktu konsumsi berbeda.

“Obat asam lambung ini bukan hanya jenis obatnya, tapi cara makannya juga penting Ada yang dimakan sebelum makan, ada yang dimakan setelah makan. Jadi jangan asal semua dimakan setelah makan," ujar Dhini.

Untuk obat yang dijual bebas, menurutnya boleh digunakan namun hanya bersifat sementara meredakan keluhan.

“Kalau biasanya basicnya itu seperti penetral asam lambung, boleh-boleh saja dikonsumsi, tapi hanya sementara. Begitu asam lambung naik, dia makan, dia bersifat menetralkan," katanya.

Sementara obat untuk mengontrol produksi asam lambung dalam jangka waktu puasa harus melalui konsultasi medis. Ia menegaskan untuk mempertahankan asam lambung agar tidak begitu naik selama berpuasa, obatnya tidak bisa dibeli secara bebas.

"Harus konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan obat tersebut," ucap Dhini.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....