Cukup Minum saat Puasa, Ibadah Tetap Bertenaga

  • 20 Feb 2026 10:01 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Bulan Ramadan bukan hanya soal menahan lapar, tetapi juga menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Memenuhi kebutuhan cairan menjadi kunci agar aktivitas dan ibadah tetap berjalan optimal sepanjang hari.

Saat berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama kurang lebih 12–14 jam, tergantung lama waktu puasa. Jika kebutuhan cairan tidak tercukupi saat sahur dan berbuka, risiko dehidrasi seperti lemas, pusing, sulit konsentrasi bisa meningkat.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menganjurkan pola minum 2-4-2 selama Ramadan. Yakni dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur.

Pola ini membantu memenuhi kebutuhan rata-rata cairan orang dewasa. Yaitu sekitar dua liter per hari tanpa harus diminum sekaligus.

Selain memperhatikan jumlah, jenis minuman juga penting untuk dipilih dengan bijak. Air putih tetap menjadi pilihan terbaik, dibandingkan minuman tinggi gula yang justru dapat meningkatkan rasa haus.

Konsumsi buah dan sayur yang mengandung air seperti semangka, melon, dan mentimun juga membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh. Hindari pula konsumsi berlebihan kafein karena bersifat diuretik, yang dapat memicu tubuh lebih cepat kehilangan cairan.

Dengan strategi yang tepat, kebutuhan cairan selama Ramadan tetap bisa terpenuhi tanpa mengganggu ibadah. Tubuh yang terhidrasi dengan baik akan membantu menjaga stamina, fokus, serta kualitas ibadah hingga akhir bulan suci.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....