Tips Mengatur Waktu dan Porsi Kafein Selama Ramadan
- 15 Feb 2026 19:19 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Bagi para penikmat kopi, menjalankan ibadah puasa bukan berarti harus berhenti total dari kebiasaan minum kafein. Namun, diperlukan strategi khusus dalam mengatur waktu konsumsi agar tidak mengganggu kesehatan pencernaan dan keseimbangan cairan tubuh. Waktu terbaik untuk menikmati kopi adalah satu hingga dua jam setelah berbuka, saat perut sudah terisi makanan. Hal ini bertujuan untuk mencegah iritasi lambung serta memberikan dorongan energi yang pas sebelum melaksanakan ibadah tarawih.
Sangat tidak disarankan untuk mengonsumsi kopi tepat saat azan Magrib atau saat sahur. Meminum kopi saat perut kosong setelah belasan jam berpuasa dapat memicu lonjakan asam lambung secara mendadak. Sementara itu, ngopi saat sahur harus dihindari karena sifat diuretik kafein yang memicu buang air kecil lebih sering. Kondisi ini berisiko mempercepat dehidrasi dan menimbulkan rasa haus yang intens sepanjang hari, sehingga dapat mengganggu kenyamanan saat berpuasa.
| Baca juga: Dampak Buruk Makan Terlalu Cepat |
Porsi konsumsi pun perlu dibatasi secara ketat, yakni maksimal satu cangkir per hari. Membatasi jumlah asupan kafein sangat penting untuk mencegah efek samping seperti jantung berdebar atau sulit tidur di malam hari. Selain porsi, pemilihan jenis kopi juga berpengaruh; kopi dengan tingkat keasaman rendah atau rendah kafein jauh lebih ramah bagi lambung yang cenderung lebih sensitif selama bulan Ramadan.
Untuk menjaga kualitas kesehatan, para ahli menyarankan untuk mengonsumsi kopi hitam tanpa tambahan gula, krimer, atau susu yang berlebihan. Penambahan pemanis buatan yang tinggi kalori justru dapat memicu rasa lemas dan penumpukan lemak yang tidak diinginkan. Jika ingin menambahkan rasa, gunakanlah sedikit susu rendah lemak atau pemanis alami dalam jumlah yang sangat terbatas agar manfaat antioksidan dalam kopi tetap dapat dirasakan secara optimal.
| Baca juga: Manfaat Kopi Hitam tanpa Gula |
Terakhir, kompensasi hidrasi adalah kewajiban yang tidak boleh diabaikan bagi peminum kopi. Setiap cangkir kopi yang diminum harus diimbangi dengan asupan air putih yang lebih banyak di malam hari untuk mengganti cairan yang hilang akibat efek diuretik. Bagi mereka yang memiliki riwayat maag atau GERD, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau lebih baik menghindari kopi sepenuhnya demi menjaga kelancaran ibadah puasa hingga hari kemenangan tiba.
Sumber:
https://hellosehat.com/nutrisi/tips-makan-sehat/minum-kopi-saat-sahur-buka-puasa/
https://ottencoffee.co.id/majalah/tips-ngopi-selama-puasa
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....