Mahasiswa FKM Unidayan Jaga Pantai dari Sampah Plastik

  • 14 Feb 2026 15:13 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Pantai Nirwana di Kelurahan Sulaa, Kota Baubau bukan sekadar destinasi wisata, melainkan jantung penghidupan dan penyangga kesehatan lingkungan bagi masyarakat sekitar. Keindahan pasir putihnya mencerminkan kualitas hidup warga, namun kini ia tengah berjuang melawan kepungan sampah plastik yang kian mengancam.

Di sepanjang garis pantai, botol plastik dan kantong sekali pakai masih sering ditemukan berserakan akibat kelalaian pengunjung maupun terbawa arus laut. Limbah ini sangat sulit terurai dan dalam jangka panjang akan hancur menjadi mikroplastik yang meracuni rantai makanan manusia melalui biota laut.

Menyikapi ancaman tersebut, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) Baubau turun tangan melakukan pengabdian masyarakat di Pantai Nirwana, belum lama ini. Wa Ode Chilindrika R, salah satu mahasiswi FKM Unidayan menjelaskan, gerakan ini dirancang sebagai edukasi lingkungan berbasis lapangan.

"Kegiatan ini bertujuan mengajak masyarakat dan pengunjung memahami bahaya sampah plastik bagi kesehatan lingkungan,"ujar Wa Ode Chilindrika R kepada rri.co.id, Sabtu 14 Februari 2026. Ia menekankan bahwa melalui edukasi ini, mahasiswa ingin memberikan pemahaman konkret mengenai dampak jangka panjang sampah terhadap ekosistem.

Dalam aksi nyata tersebut, para mahasiswa juga menciptakan tempat sampah unik yang memanfaatkan limbah botol plastik sebagai wadah anorganik yang fungsional. Mereka juga memasang papan informasi berisi waktu urai sampah untuk memberikan gambaran konkret kepada pengunjung mengenai lamanya sampah bertahan di alam.

Masyarakat lokal dan pengelola kawasan sebenarnya telah rutin membersihkan pantai demi kenyamanan wisatawan yang datang berkunjung. Namun, perjuangan mereka sering kali terhambat oleh besarnya volume sampah kiriman dari laut serta perilaku pengunjung yang kurang bertanggung jawab.

Laode Rustamin, perwakilan pengelola Pantai Nirwana, mengatakan, kehadiran mahasiswa sangat membantu memperluas wawasan warga, terutama kalangan ibu-ibu di sekitar pantai. Ia berharap edukasi ini bisa menyentuh kesadaran pemilik lahan dan pengunjung agar lebih disiplin dalam memilah sampah organik maupun anorganik.

"Mari kita semua tetap menjaga kebersihan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama,"pesan Laode Rustamin. Dukungan dari pemangku kebijakan dalam menyediakan fasilitas pengelolaan sampah yang memadai, juga menjadi kunci keberlanjutan investasi kesehatan lingkungan ini.

Masalah sampah di kawasan wisata merupakan persoalan kolektif yang mencerminkan cara kita memperlakukan ruang hidup bersama secara bermartabat. Tanpa kesadaran pengunjung dan kebijakan yang kuat, upaya warga lokal akan selalu tertinggal oleh laju sampah yang datang setiap hari.

Membuang sampah pada tempatnya bukanlah sekadar tindakan sopan santun, melainkan bentuk tanggung jawab sosial. Pantai yang bersih bukan hanya hasil peluh masyarakat pesisir yang merawatnya setiap hari, melainkan buah dari pilihan kita para pengunjung untuk peduli.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....