Virus Nipah, Gejala dan Pencegahannya

  • 29 Jan 2026 09:09 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Keberadaan virus Nipah (NiV) tengah menjadi perhatian global usai temuan kasus di India. Virus ini memiliki tingkat kematian tinggi namun pengobatan atau vaksinnya belum ada.

Virus Nipah (NiV) merupakan virus yang ditularkan dari hewan ke manusia (zoonosis). Selain itu, penularan dapat terjadi melalui makanan yang terkontaminasi atau langsung antar-manusia.

Virus Nipah pertama kali teridentifikasi pada peternakan babi di Malaysia tahun 1999. Kala itu, hewan-hewan tersebut menunjukkan gejala gemam, kesulitan bernapas, dan kejang.

WHO mencatat bahwa virus Nipah berasal dari kelelawar buah yang menularkannya ke babi. Kelelawar adalah reservoir alami virus Nipah yang artinya virus tersebut tidak menyebabkan penyakit pada kelelawar, tetapi dapat menyebar dari mereka ke hewan lain, seperti babi.

Gejala Infeksi

Virus Nipah memiliki masa inkubasi sekitar 4-14 hari setelah terinfeksi. Gejala dapat bervariasi, mulai dari ringan, berat, bahkan mengancam jiwa.

Beberapa gejala yang mungkin terjadi antara lain demam, sakit kepala, batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot, sesak napas, muntah, kesulitan menelan, hingga peradangan otak (ensefalitis). Tingkat kematian kasus diperkirakan antara 40% hingga 75%.

Infeksi virus Nipah dapat didiagnosis dengan riwayat klinis selama fase akut dan konvalesensi penyakit. Tes utama yang digunakan untuk mendeteksi virus Nipah adalah Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dari cairan tubuh dan deteksi antibodi melalui Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Tes lain yang digunakan meliputi uji reaksi berantai polimerase atau Polymerase Chain Reaction (PCR), dan isolasi virus melalui kultur sel.

Saat ini, belum ada obat atau vaksin khusus untuk infeksi virus Nipah, meskipun WHO telah mengidentifikasi Nipah sebagai penyakit prioritas untuk Rencana Aksi Penelitian dan Pengembangan WHO. Perawatan intensif direkomendasikan untuk mengobati komplikasi pernapasan dan neurologis yang parah.

Pencegahan Penularan Virus Nipah

Meskipun kasus infeksi Virus Nipah saat ini belum dilaporkan di Indonesia, masyarakat tetap diminta waspada karena penularan virus yang cepat. Untuk itu, masyarakat diminta hindari kontak langsung dengan hewan yang berisiko, seperti kelelawar dan hewan ternak seperti babi merupakan sumber penularan utama.

Pastikan mencuci sayur dan buah sebelum dikonsumsi dan hindari makanan yang terkontaminasi hewan. Kemudian, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan, sepatu boots, dan pelindung wajah ketika membersihkan kotoran atau urine hewan yang berisiko tertular.

Selalu cuci tangan dengan sabun dan air bersih sebelum dan sesudah berinteraksi dengan hewan atau orang yang sakit, terutama yang memiliki gejala infeksi Nipah. Terakhir, pastikan daging hewan dimasak dengan baik dan hindari makan daging yang masih mentah.

Sumber: ayosehat.kemkes.go.id dan WHO

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....