Musim Pancaroba Tingkatkan Risiko ISPA dan Diare
- 22 Jan 2026 14:44 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Peralihan cuaca dari musim penghujan ke cuaca panas atau musim pancaroba membuat tubuh lebih rentan terserang penyakit. Perubahan suhu dan kelembapan yang ekstrem dapat menurunkan daya tahan tubuh dan memicu berkembangnya bakteri maupun virus.
Jabatan Fungsional Dokter Umum UPT Puskesmas Kampung Bali, dr. Erni, mengatakan sejumlah penyakit berpotensi muncul akibat kondisi pancaroba tersebut. Menurutnya, penyakit yang paling sering ditemui adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), seperti batuk, pilek, hingga sesak napas. Kondisi ini juga dapat memicu kekambuhan pada pasien yang memiliki riwayat asma.
“Biasanya kasus ISPA cukup mendominasi, terutama saat cuaca tidak menentu seperti sekarang,” ujar dr. Erni di Pontianak, Kamis 22 Januari 2026.
Ia menyebutkan, dalam satu hari kunjungan pasien di UPT Puskesmas Kampung Bali, mulai dari anak-anak, dewasa hingga lansia, minimal mencapai 10 orang per hari, bahkan jumlah kasus penyakit bisa melebihi angka tersebut.
Selain ISPA, penyakit diare juga rentan dialami anak-anak maupun pasien dewasa. Untuk pasien anak, kunjungan dengan keluhan diare dapat mencapai hingga 10 orang per hari.
Erni menjelaskan, konsumsi jajanan yang kurang sehat menjadi salah satu pemicu utama diare dan muntah pada anak-anak. “Sementara pada pasien dewasa, kasus serupa juga cukup sering ditemukan dengan tingkat kunjungan berkisar 5 hingga 10 orang per hari,” katanya, menambahkan.
Sebagai langkah pencegahan selama musim pancaroba, masyarakat diimbau untuk menjaga pola makan sehat, menghindari konsumsi es, gorengan, serta makanan yang terlalu manis, memperbanyak minum air putih, dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Baca juga: BMKG: Jeda Hujan Januari Bukan Musim Kemarau
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....