Bahasa Mandarin Kian Dibutuhkan di Dunia Industri, Mahasiswa Latih Pencari Kerja
- 17 Jul 2026 17:39 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PPM XXVIII Universitas Semarang (USM) membekali para pencari kerja dengan keterampilan bahasa Mandarin praktis sebagai kompetensi pendukung untuk meningkatkan daya saing di dunia industri. Pelatihan tersebut menyasar pemuda Karang Taruna, lulusan SMA/SMK, masyarakat usia produktif, hingga pencari kerja di Kelurahan Purwoyoso, Kota Semarang.
Program tersebut merupakan inisiatif Julius Ryu Damar Pratama, mahasiswa Program Studi Manajemen USM. Pelatihan disusun berdasarkan hasil observasi lapangan yang menunjukkan Kelurahan Purwoyoso memiliki jumlah penduduk usia produktif yang besar serta berada di sekitar Kawasan Industri Candi (KIC), Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), dan Kawasan Industri Tambakaji.
Menurut Julius, kedekatan wilayah dengan sejumlah kawasan industri membuka peluang kerja yang luas bagi masyarakat. Namun, kondisi tersebut juga menuntut kesiapan kerja, kemampuan komunikasi, dan kompetensi tambahan agar mampu bersaing dalam proses rekrutmen.
"Melalui pelatihan ini kami berharap masyarakat, khususnya pemuda, lulusan SMA/SMK, dan pencari kerja, memiliki bekal yang lebih baik dalam menghadapi proses rekrutmen maupun dunia kerja. Selain memahami budaya kerja industri, peserta juga memperoleh pengenalan dasar bahasa Mandarin sebagai kompetensi pendukung yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja di tengah perkembangan dunia industri yang semakin kompetitif," ujar Julius melalui keterangan tertulis, Kamis, 16 Juli 2026.
Pelatihan yang digelar pada Jumat, 10 Juli 2026 ini tidak hanya membahas kesiapan memasuki dunia kerja, tetapi juga mengenalkan budaya dan etika kerja profesional, komunikasi di lingkungan kerja, serta dasar-dasar bahasa Mandarin yang relevan dengan kebutuhan perusahaan manufaktur maupun perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA). Kegiatan dikemas secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, tanya jawab, hingga praktik percakapan sederhana dalam bahasa Mandarin.
Untuk memperkuat materi, Julius menggandeng Dewi Erviana, seorang penerjemah profesional, sebagai narasumber pendamping. Kehadirannya diharapkan mampu memberikan wawasan kepada peserta mengenai pentingnya penguasaan bahasa asing sebagai nilai tambah dalam menghadapi persaingan kerja di sektor industri.
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Kelurahan Purwoyoso, Agus Riyanto. Menurutnya, pelatihan yang menggabungkan kesiapan kerja industri dengan pengenalan bahasa Mandarin merupakan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya generasi muda yang tengah mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.
Agus juga mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN USM yang menyusun program berdasarkan hasil observasi dan kebutuhan riil masyarakat. Ia berharap sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah kelurahan melalui kegiatan serupa dapat terus dikembangkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang siap bersaing di dunia kerja.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....