Studi Ungkap Audiobook Berbasis AI Lebih Disukai daripada Narasi Manusia

  • 15 Jul 2026 20:24 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Sebuah studi terbaru menunjukkan audiobook yang menggunakan suara buatan berbasis kecerdasan buatan (AI) ternyata lebih disukai sebagian pendengar dibandingkan audiobook yang dibacakan manusia. Temuan tersebut muncul di tengah kritik terhadap audiobook “Odyssey” karya Homer yang dibawakan oleh Michael Caine dengan teknologi AI.

Melansir Variety pada Selasa, 14 Juli 2026, penelitian yang dilakukan Edison Research dan SSRS atas permintaan perusahaan audiobook AI, Spoken, melibatkan 1.005 pendengar audiobook fiksi di Amerika Serikat. Para responden dibagi ke dalam dua kelompok dan diminta mendengarkan cuplikan audiobook, baik yang dinarasikan manusia maupun yang menggunakan suara AI, tanpa mengetahui metode produksi yang digunakan.

Hasilnya, setelah mengetahui teknologi AI digunakan, sebanyak 61 persen responden memberikan penilaian positif terhadap produksi Multi-Cast milik Spoken. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan audiobook yang dinarasikan manusia, yang hanya memperoleh tingkat kesukaan sebesar 53 persen. Versi AI juga dinilai unggul dalam kualitas narasi dan mampu memberikan pengalaman mendengarkan yang lebih menarik.

“Kami yakin dengan apa yang kami dengar dan hasil yang kami hadirkan, tetapi kami tidak tahu seperti apa hasil akhirnya,” ujar CEO Spoken, Phil Marshall.

Ia menilai rancangan penelitian yang menyembunyikan penggunaan AI sejak awal menjadi kunci utama untuk mendapatkan tanggapan yang jujur dari para pendengar.

Senada dengan itu, Wakil Presiden Edison Research, Megan Lazovick, mengatakan tim peneliti sengaja menghilangkan berbagai prasangka terhadap AI agar responden dapat menilai berdasarkan pengalaman mereka saat mendengarkan.

“Yang paling menarik adalah banyak orang terbuka terhadap AI dan merasa teknologi ini meningkatkan pengalaman mereka,” katanya.

Meski demikian, Marshall mengakui tidak semua orang menyukai audiobook berbasis AI. Ia menyebut kritik terhadap produksi audiobook AI berkualitas rendah sebagai hal yang wajar. Namun, menurutnya, hasil studi tersebut membuktikan bahwa teknologi AI tidak hanya mampu membuat produksi menjadi lebih cepat dan murah, tetapi juga berpotensi menghadirkan pengalaman mendengarkan yang lebih baik bagi para penikmat cerita.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....