MA Alif Laam Miim Surabaya Dorong MPLS Ramah melalui Deklarasi Anti Bullying
- 14 Jul 2026 15:06 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya : Madrasah Aliyah (MA) Alif Laam Miim bersama stakeholder terkait menggelar Deklarasi Anti Bullying pada gelaran Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun 2026. Acara dilaksanakan di Aula MA Alif Laam Miim di Kawasan Kebonsari, Surabaya pada hari Selasa 14 Juli 2026.
Pada acara tersebut menghadirkan Ketua Yayasan sekaligus Pengasuh di Pondok Pesantren Alif Laam Miim Ida Mawardi, Ketua Komnas PA Surabaya Syaiful Bachri, Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Madrasah Kanwil Kemenag Kota Surabaya Dr. Wahyu Parihin, M.Pd.I, stakeholder terkait dan juga santri dan santriwati.
Melalui Ketua Yayasan Pondok Pesantren Alif Laam Miim Ida Mawardi mengatakan tujuan kegiatan kali ini yakni memberikan pemahaman kepada para santri/santriwati terkait bahaya pengaruh zat psikotropika dan segala bentuk perundungan atau bullying.
“Artinya kami menentang keras dan tidak menoleransi adanya pengaruh negatif tersebut. Kami ingin para santri dan santriwati ini memahami bahwa dua hal tadi merupakan suatu bentuk pelanggaran, yang dimana perlu kita atasi bersama sehingga di lingkungan pondok dan madrasah ini menjadi lingkungan yang positif,” ucap Ida.
Ia menegaskan bahwa sosialisasi ini penting dilakukan agar anak dapat mengantisipasi secara mandiri dan ikut serta melawan pengaruh negatif dari dua hal tersebut. Selain itu perlu ada kerjasama dari berbagai pihak untuk merealisasikan gerakan anti bullying.
“Alhamdulillah kami tidak sendirian, tadi ada dari pihak kelurahan, babinsa, bhabinkamtibmas, dan berbagai pihak stakeholder lainnya juga yang ikut mengawal jalannya proses pendidikan yang ramah bagi anak tanpa adanya pelanggaran apapun di dalamnya,” ungkapnya.
Sementara Ketua Pokjawas Madrasah Kanwil Kemenag Kota Surabaya Dr. Wahyu Parihin, M.Pd.I, mengapresiasi kegiatan tersebut dan mendukung program serupa melalui program Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang di usung oleh Kemenag.
“Di dalam KBC itu terdapat aspek Cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa, Cinta kepada Diri dan Sesama, Cinta kepada Ilmu Pengetahuan, Cinta kepada Lingkungan, dan Cinta kepada Bangsa dan Negeri. Melalui panduan itulah kami mendorong pengawasan anti bullying ini,” ujar Wahyu.
Selama acara, para santri dan santriwati juga diajak berdialog bersama pemateri dan di beri tugas untuk merangkum isi pembicaraan selama acara berlangsung. Dari adanya kegiatan tersebut diharapkan mampu menekan angka bullying di lingungan pondok serta menjunjung tinggi aspek kerukunan antar santri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....