Kemenag Sulsel Tegaskan Komitmen Wujudkan Pesantren Ramah Anak

  • 14 Jul 2026 13:44 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan pendidikan Islam yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah anak melalui dukungan penuh terhadap Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (GERNAS RANA) untuk Pesantren dan Madrasah Ramah Anak. Komitmen tersebut disampaikan usai mengikuti peluncuran GERNAS RANA yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting.

Kegiatan nasional ini dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia bersama Menteri Agama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Menteri Komunikasi dan Digital. Peluncuran GERNAS RANA ditandai dengan launching Aplikasi Manajemen Aduan Antikekerasan (AMAN) sebagai sarana pelaporan yang mudah diakses, cepat, dan terintegrasi guna memperkuat sistem pencegahan serta penanganan berbagai bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan.

Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Fathurrahman bersama jajaran Ketua Tim dan seluruh Kasi Pontren dan stakeholders Pondok Pesantren se Sulawesi Selatan, mengikuti kegiatan tersebut dan menyampaikan kesiapan Kementerian Agama Sulawesi Selatan untuk mengimplementasikan GERNAS RANA di seluruh pesantren. Menurutnya, GERNAS RANA menjadi momentum penting dalam memperkuat budaya perlindungan anak di lingkungan pendidikan Islam. Pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga harus menjadi ruang yang aman, nyaman, inklusif, serta menjunjung tinggi penghormatan terhadap hak-hak anak.

"Gerakan ini merupakan poin awal bagi satuan pendidikan Islam, khususnya pondok pesantren, agar para santri merasa aman, nyaman, dan bahagia dalam menimba ilmu, serta terbebas dari segala bentuk kekerasan, baik kekerasan fisik, kekerasan seksual, kekerasan digital, tindakan intoleransi, maupun penyalahgunaan narkoba," ujar H. Fathurrahman, dalam keterangannya, Senin 13 Juli 2026.

Ia menegaskan bahwa Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan siap mendukung implementasi GERNAS RANA melalui penguatan edukasi, upaya pencegahan, pendampingan, serta optimalisasi pemanfaatan Aplikasi AMAN sebagai instrumen pelaporan dan penanganan kasus kekerasan.

"Kami berkomitmen mendukung penuh implementasi GERNAS RANA di Sulawesi Selatan melalui penguatan edukasi, pencegahan, pendampingan, serta optimalisasi pemanfaatan Aplikasi AMAN. Sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan pendidikan Islam yang benar-benar ramah anak," tegasnya.

Melalui GERNAS RANA, Kementerian Agama berharap seluruh satuan pendidikan Islam mampu membangun budaya yang mengedepankan penghormatan terhadap martabat anak, memperkuat mekanisme perlindungan, serta memastikan setiap peserta didik memperoleh haknya untuk belajar dalam lingkungan yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan mengajak seluruh pengelola pesantren, madrasah, pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, serta masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan GERNAS RANA sebagai ikhtiar kolektif dalam mencetak generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, serta tumbuh dan berkembang dalam lingkungan pendidikan yang aman dan terlindungi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....