Unibos Perbarui Kurikulum Prodi Arsitektur

  • 07 Jul 2026 22:03 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Bosowa (Unibos) memperkuat komitmennya dalam menghadirkan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan dunia industri melalui Focus Group Discussion (FGD) Lokakarya Pengembangan Kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE). Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat LPPM Lantai 5 Gedung II Unibos, saat diikuti berbagai pemangku kepentingan pada Senin, 6 Juli 2026.

FGD menghadirkan Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Sulawesi Selatan Ar. Andi Syahriyunita Syahruddin, IAI., dosen, praktisi, alumni, serta perwakilan sejumlah perguruan tinggi. Forum tersebut menjadi wadah untuk menghimpun masukan dalam penyusunan kurikulum sekaligus penyempurnaan visi, misi, dan profil lulusan Program Studi Arsitektur periode 2026–2031 agar semakin relevan dengan perkembangan dunia profesi.

Dekan Fakultas Teknik Unibos, Dr. Ir. Awaluddin Hamdy, S.T., M.Si., IPM., mengatakan pembaruan kurikulum menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda di tengah pesatnya perkembangan teknologi, digitalisasi, isu keberlanjutan, serta dinamika dunia kerja. Menurutnya, pendekatan Outcome Based Education mampu memastikan lulusan memiliki kompetensi yang terukur dan sesuai dengan kebutuhan industri.

"Kurikulum tidak lagi hanya berorientasi pada materi yang diajarkan, tetapi harus berorientasi pada capaian pembelajaran yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, dunia profesi, dan perkembangan global. Karena itu, pengembangan kurikulum harus melibatkan berbagai pemangku kepentingan agar benar-benar relevan dan adaptif," ujar Awaluddin.

Ia menjelaskan, pelaksanaan FGD menjadi tahapan strategis dalam mengumpulkan masukan dari akademisi, praktisi, pengguna lulusan, alumni, serta mitra industri. Hasil pembahasan tersebut akan menjadi dasar penyempurnaan kurikulum sekaligus memperkuat visi dan misi Program Studi Arsitektur, termasuk mendukung persiapan reakreditasi yang ditargetkan meraih predikat Unggul pada 2027.

Dalam forum tersebut, sejumlah isu strategis turut menjadi perhatian, di antaranya penerapan Building Information Modeling (BIM), pemanfaatan Artificial Intelligence dalam proses desain, konsep arsitektur berkelanjutan (green architecture), pengembangan smart city, hingga ketahanan kawasan. Seluruh materi tersebut dirancang untuk diintegrasikan ke dalam kurikulum agar lulusan mampu menjawab tantangan profesi di tingkat nasional maupun internasional.

Melalui kolaborasi antara akademisi, organisasi profesi, praktisi, alumni, dan mitra industri, Universitas Bosowa berharap Program Studi Arsitektur mampu menghasilkan kurikulum yang inovatif, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta melahirkan lulusan yang profesional, berintegritas, memiliki daya saing tinggi, dan siap berkontribusi dalam pembangunan lingkungan binaan yang berkelanjutan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....