UNUSA Terima Sepuluh Mahasiswa Perdana Program Pendidikan Dokter Spesialis

  • 07 Jul 2026 15:18 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) menerima 10 mahasiswa angkatan pertama Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang terdiri atas Program Studi Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (Paru) serta Program Studi Obstetri dan Ginekologi (Obgyn). Penerimaan tersebut menjadi tonggak baru dalam pengembangan pendidikan dokter spesialis di lingkungan Fakultas Kedokteran UNUSA.

Rektor UNUSA, Prof. Tri Yogi Yuwono, Selasa, 7 Juli 2026 mengatakan penyelenggaraan PPDS merupakan amanah dari pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama Kementerian Kesehatan. Menurutnya, kepercayaan tersebut diberikan kepada perguruan tinggi yang memiliki kapasitas dan mutu pendidikan yang telah diakui secara nasional.

"Kepercayaan untuk menyelenggarakan PPDS merupakan amanah yang harus kami jalankan dengan penuh tanggung jawab. Fakultas Kedokteran UNUSA telah meraih akreditasi Unggul, sehingga kami berkewajiban menghadirkan pendidikan dokter spesialis yang berkualitas sekaligus berkontribusi menjawab kebutuhan nasional akan dokter spesialis," ujarnya.

Ia menjelaskan pembukaan PPDS Paru dan PPDS Obstetri-Ginekologi merupakan bagian dari upaya mendukung program pemerintah dalam mempercepat pemenuhan dan pemerataan dokter spesialis di Indonesia. Seluruh mahasiswa angkatan pertama juga telah menandatangani komitmen untuk kembali bertugas di daerah asal setelah menyelesaikan pendidikan.

Selain meningkatkan kualitas pendidikan, UNUSA juga menegaskan komitmennya menciptakan lingkungan akademik yang bebas dari perundungan maupun kekerasan. "Saya tidak akan mentoleransi segala tindak kekerasan yang terjadi dalam lingkungan UNUSA. Sekarang kita juga sudah memiliki Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) yang siaga," katanya.

Dekan Fakultas Kedokteran UNUSA, Prof. Budi Santoso, mengatakan mahasiswa angkatan pertama berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur, termasuk wilayah kepulauan seperti Masalembu. "Kami berharap setelah menyelesaikan pendidikan, mereka kembali membawa kompetensi terbaik untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di daerah masing-masing," ujarnya.

Pembukaan PPDS di UNUSA diharapkan dapat membantu pemerataan layanan kesehatan sekaligus memenuhi kebutuhan dokter spesialis di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Indonesia saat ini baru menghasilkan sekitar 2.700 dokter spesialis per tahun, sedangkan kebutuhan ideal mencapai sekitar 32.000 dokter spesialis setiap tahun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....