Dosen Polbeng Raih Beasiswa Doktor ke Jerman, Dalami Riset Artificial Intelligenc

  • 27 Jun 2026 06:18 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis – Dosen Jurusan Teknik Informatika Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng), Elvi Rahmi, berhasil meraih Beasiswa Kemitraan Indonesia Tahun 2026 untuk melanjutkan studi Program Doktor (S3) bidang Computer Science di Technische Universität Dresden (TU Dresden), Jerman. Ia dijadwalkan memulai perkuliahan pada Oktober 2026 dengan masa studi sekitar tiga hingga empat tahun.

Pada jenjang doktoral tersebut, Elvi Rahmi akan mendalami bidang artificial intelligence (AI) dan computer vision, dua bidang yang saat ini terus berkembang dan memiliki peran penting dalam transformasi digital di berbagai sektor. Keberhasilan memperoleh beasiswa tersebut diraih setelah melalui serangkaian tahapan seleksi yang dimulai sejak awal 2026.

Proses seleksi meliputi tahapan administrasi, wawancara psikologi, hingga wawancara bidang keilmuan. Salah satu tantangan yang dihadapi selama proses seleksi adalah memenuhi persyaratan administrasi berupa Letter of Acceptance (LoA) dari perguruan tinggi tujuan.

Menurut Elvi Rahmi, melanjutkan studi di Jerman merupakan kesempatan untuk memperdalam kapasitas akademik sekaligus mengembangkan kemampuan riset pada bidang yang selama ini menjadi fokus keilmuannya. Ia menilai Jerman memiliki ekosistem pendidikan tinggi yang kuat, terutama dalam pengembangan riset dan inovasi teknologi.

"Saya melihat Jerman sebagai lingkungan yang tepat untuk mengembangkan diri menjadi peneliti yang lebih matang, terutama dalam bidang artificial intelligence dan computer vision," ujarnya.

Pemilihan TU Dresden sebagai tujuan studi didasarkan pada kesesuaian bidang penelitian yang ditawarkan dengan rencana riset yang akan dikembangkannya. Universitas tersebut dikenal memiliki pusat penelitian yang aktif dalam pengembangan kecerdasan buatan, analitik data, high-performance computing, serta transformasi digital.

Keyakinan untuk memilih TU Dresden juga diperkuat setelah Elvi Rahmi mengikuti Pre-Doctoral Course Program di universitas tersebut pada awal 2026. Program itu memberinya kesempatan mengenal secara langsung budaya akademik, sistem supervisi, fasilitas laboratorium, hingga atmosfer penelitian yang mendukung pengembangan ilmu pengetahuan.

"Selama program itu saya tidak hanya mengenal reputasi universitasnya, tetapi juga memahami bagaimana budaya riset dan lingkungan akademiknya berjalan. Pengalaman itu membuat pilihan saya terhadap TU Dresden menjadi lebih personal dan lebih matang," katanya.

Ia berharap pengalaman belajar dan penelitian selama menempuh pendidikan doktoral nantinya dapat memperkuat kompetensi riset serta memperluas jejaring akademik internasional. Pengetahuan yang diperoleh juga diharapkan dapat mendukung pengembangan pendidikan vokasi, meningkatkan kualitas penelitian di Politeknik Negeri Bengkalis, serta mendorong lahirnya inovasi pada bidang teknologi informasi, khususnya artificial intelligence dan computer vision.

Keberhasilan tersebut menjadi salah satu bentuk pengembangan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Polbeng. Melalui peningkatan kualifikasi dosen di tingkat doktoral, perguruan tinggi vokasi diharapkan semakin mampu menghasilkan pendidikan, penelitian, dan kolaborasi internasional yang berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan industri di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....