Mahasiswa Polbeng Kenalkan Permainan Rakyat Kepada Siswa

  • 20 Jun 2026 17:30 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Kepala SMP Negeri 1 Bengkalis, Ariana, membuka kegiatan Projek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Kelompok 16 Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) Tahun 2026 di halaman SMPN 1 Bengkalis. Kegiatan bertema “Rentak Berbudaya: Lestarikan Permainan Rakyat, Kuatkan Jati Diri Bangsa” itu melibatkan siswa kelas VII dan VIII bersama mahasiswa Polbeng sebagai fasilitator.

Ariana mengapresiasi kolaborasi antara SMPN 1 Bengkalis dan Politeknik Negeri Bengkalis dalam upaya menanamkan nilai budaya kepada generasi muda.

“Kami menyambut baik kehadiran adik-adik mahasiswa Polbeng yang memilih sekolah kami sebagai lokasi pelaksanaan projek. Melalui tema ‘Rentak Berbudaya’, anak-anak tidak hanya diajak bermain, tetapi juga belajar tentang nilai gotong royong, kejujuran, sportivitas, serta semangat kebersamaan yang terkandung dalam permainan rakyat Melayu,” ucap Ariana, Jumat 19 Juni 2026.

Sementara itu, Dosen Pembimbing MKWK Polbeng, Khairul Saleh, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan implementasi pembelajaran berbasis projek yang mendorong mahasiswa terjun langsung ke masyarakat.

“MKWK berbasis projek menuntut mahasiswa untuk berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan yang ada di lingkungan sekitar. Kami melihat permainan rakyat mulai ditinggalkan oleh generasi muda akibat perkembangan teknologi dan penggunaan gawai. Padahal, permainan tradisional merupakan media pendidikan karakter yang murah, efektif, dan sarat nilai budaya,” jelasnya.

Ketua Kelompok 16 MKWK Polbeng, Very Kurniawan, mengatakan berbagai kegiatan yang dilaksanakan meliputi sosialisasi budaya Melayu, demonstrasi permainan rakyat, lomba antarkelas, pameran layang-layang tradisional, hingga merakit layang-layang bersama.

“Kami ingin mengenalkan kembali permainan rakyat kepada generasi muda agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman. Selain menyenangkan, permainan-permainan ini juga mengandung nilai pendidikan karakter yang sangat baik,” ungkap Very.

Kegiatan juga menghadirkan narasumber dari Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis, Datuk Aryansyah Putra.

“Permainan rakyat tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga melatih kecerdasan, ketangkasan, disiplin, kerja sama, serta kekompakan. Nilai-nilai inilah yang perlu terus diwariskan kepada generasi muda,” tuturnya.

Kegiatan berlangsung meriah dan mendapat antusias tinggi dari para siswa yang mengikuti berbagai permainan rakyat tradisional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....