Unusa Luncurkan Sekolah Manajemen Kesehatan Berkelanjutan dan Magister Baru
- 26 Jun 2026 13:18 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, SUrabaya - Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) meluncurkan Sekolah Manajemen dan Kesehatan Berkelanjutan (SMKB) sekaligus membuka Program Magister Manajemen (MM) dengan fokus Manajemen Berkelanjutan, Jumat 26 Juni 2026. Peluncuran tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian Dies Natalis ke-13 Unusa.
Kegiatan ini dihadiri Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam (YARSIS) Prof. Mohammad Nuh, DEA, jajaran pimpinan universitas, akademisi, mitra industri, serta pakar internasional, di antaranya Prof. Amrit Thapa dari University of Pennsylvania (UPenn), Amerika Serikat. Kehadiran SMKB menjadi bagian dari upaya Unusa memperkuat pendidikan yang berorientasi pada tantangan global.
Rektor Unusa, Prof. Tri Yogi Yuwono, mengatakan peluncuran SMKB dan Program Magister Manajemen merupakan langkah strategis dalam menjawab perubahan global, mulai dari krisis lingkungan hingga tantangan di sektor kesehatan. "Ukuran keberhasilan sebuah organisasi tidak lagi hanya ditentukan oleh keuntungan finansial, tetapi juga oleh kontribusinya terhadap keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Menurut Tri Yogi, konsep keberlanjutan juga sejalan dengan nilai-nilai Islam melalui prinsip Khalifah fil Ardh yang menekankan tanggung jawab manusia dalam menjaga keseimbangan alam. "SMKB menjadi bentuk ijtihad akademik untuk melahirkan pemimpin yang mampu menghadapi tantangan masa depan," katanya.
Program Magister Manajemen Unusa dirancang dengan dua pilar utama, yakni penguasaan manajemen modern dan penguatan kemampuan analisis data berbasis bukti. Kurikulumnya juga mengintegrasikan kerangka Environmental, Social, and Governance (ESG) serta Sustainable Development Goals (SDGs) untuk menghasilkan lulusan yang mampu menerapkan strategi bisnis berkelanjutan.
Rektor menambahkan, pengembangan SMKB didukung capaian Unusa dalam Times Higher Education (THE) Impact Rankings 2025 yang menempatkan kampus tersebut di peringkat ke-86 dunia dan peringkat ketiga di Indonesia untuk SDG 3 (Good Health and Well-being).
"Kami ingin melahirkan manajer rumah sakit, pemimpin industri kesehatan, dan birokrat yang mampu mengelola sumber daya secara efektif demi kemaslahatan masyarakat," ujarnya.
Dekan SMKB, Dr. Handayani, dr., M.Kes, mengatakan peluncuran sekolah baru itu diikuti lokakarya kurikulum dan seminar internasional sebagai langkah menjamin mutu lulusan.
"Melalui SMKB kami ingin membangun ekosistem pendidikan yang mampu melahirkan pemimpin masa depan dengan perspektif global, tetapi tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan dan keberlanjutan," tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....