Rektor UIN Ar-Raniry Ingatkan Wisudawan "AI Bukan Pengganti Guru"

  • 25 Jun 2026 00:38 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Prof. KH Said Agil Husin Al Munawar mengingatkan para lulusan perguruan tinggi, bahwa gelar sarjana bukanlah akhir dari proses menuntut ilmu, melainkan awal perjalanan untuk terus belajar dan mengembangkan pengetahuan. Pesan tersebut disampaikan dalam orasi ilmiah, pada hari ketiga Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana Gelombang I dan II Tahun 2026 UIN Ar-Raniry Banda Aceh, di Auditorium Prof. Ali Hasjmy, Rabu, 24 Juni 2026. Prosesi ini diikuti 595 wisudawan dan wisudawati Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.

Mantan Menteri Agama periode 2001–2004 itu menjelaskan bahwa Al-Qur'an sebagai wahyu terakhir memuat konsep-konsep pendidikan yang terus berkembang melalui kajian tafsir tarbawi dan hadis tarbawi. Rasulullah SAW, menurutnya, diutus tidak hanya sebagai pembawa risalah, tetapi juga sebagai pendidik (Ar-Rasul al-Mu'allim) yang membawa manusia dari kebodohan menuju ilmu pengetahuan. Ia menegaskan bahwa orang berilmu memiliki kedudukan yang sangat mulia dalam Islam sehingga lulusan perguruan tinggi tidak boleh berhenti belajar setelah memperoleh gelar akademik.

Prof. Said Agil menilai anggapan bahwa lulusan strata satu telah menguasai seluruh disiplin ilmu merupakan pandangan yang keliru. Menurutnya, pendidikan magister dan doktor merupakan tahapan pendalaman ilmu, sedangkan profesor adalah fase menghasilkan karya dan memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

"Wisuda bukan akhir perjalanan menuntut ilmu, tetapi awal perjalanan untuk menatap masa depan dengan bekal keilmuan yang dimiliki. Ilmuwan sejati adalah mereka yang terus merasa membutuhkan ilmu. Sebaliknya, ketika seseorang merasa telah cukup dengan pengetahuan yang dimiliki, semangat keilmuannya mulai memudar,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Mujiburrahman menilai perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) harus dimanfaatkan sebagai instrumen untuk memperkaya proses pembelajaran, bukan dipandang sebagai ancaman bagi profesi pendidik.

"Peran seorang pendidik tidak akan pernah bisa digantikan oleh mesin maupun kecerdasan buatan. Guru adalah role model, pembentuk karakter, penanam moral, dan inspirator bagi generasi penerus bangsa," kata Prof. Mujiburrahman.

Prosesi wisuda hari ketiga itu merupakan bagian dari Rapat Senat Terbuka, Wisuda Sarjana Gelombang I dan II Tahun 2026 UIN Ar-Raniry Banda Aceh, yang berlangsung pada 23–24 Juni 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....