Urwatil Wusqa Jadi Lulusan Terbaik FAH UIN Ar-Raniry

  • 13 Jun 2026 01:02 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Mahasiswi Program Studi Sejarah Kebudayaan Islam Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Urwatil Wusqa sukses menyelesaikan studinya melalui publikasi artikel ilmiah, tanpa skripsi. Bahkan Wusqa dinobatkan sebagai lulusan terbaik FAH dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,94 dan predikat cum laude, dengan studi sarjana dalam waktu 3,5 tahun.

Perempuan kelahiran Aceh Besar, 18 Oktober 2004, itu mengaku telah menargetkan diri untuk lulus melalui publikasi ilmiah jauh sebelum memasuki semester akhir. Inspirasi tersebut muncul setelah ia sering melihat pengalaman mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang berhasil menyelesaikan studi melalui konversi jurnal ilmiah.

Adapun bagi Wusqa, publikasi ilmiah bukan sekadar alternatif pengganti skripsi. Ia memandang jalur tersebut sebagai bentuk kontribusi akademik yang lebih luas karena hasil penelitian dapat diakses dan dimanfaatkan oleh masyarakat ilmiah di berbagai negara. Menurutnya, hasil riset yang telah dikerjakan selama masa kuliah tidak seharusnya hanya tersimpan sebagai dokumen yang jarang dibaca. Melalui artikel ilmiah, gagasan dan temuan penelitian dapat menjangkau mahasiswa, dosen, peneliti, hingga akademisi secara lebih luas.

“Awalnya saya sering melihat mahasiswa dari berbagai kampus di luar daerah yang berhasil lulus melalui konversi jurnal ilmiah. Dari situ saya tertantang. Saya berpikir, kalau mereka bisa, saya juga harus bisa menerapkan hal yang sama pada diri saya,” ujarnya pada Jum’at, 12 Juni 2026.

Selain sebagai kontribusi akademik, publikasi ilmiah juga dipersiapkannya sebagai investasi untuk masa depan. Wusqa berencana melanjutkan studi ke jenjang magister dan menilai rekam jejak penelitian menjadi salah satu modal penting dalam persaingan memperoleh beasiswa. Ia menilai pengalaman menulis dan menerbitkan artikel ilmiah tidak hanya memperkuat portofolio akademik, tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis dan analitis yang dibutuhkan dalam dunia kerja maupun pendidikan lanjutan.

Selama kuliah, Wusqa aktif dalam berbagai kegiatan akademik dan nonakademik. Ia mengajar di Dayah Al-Azhar, menjadi tutor privat, terlibat sebagai reporter dan host Ar-Raniry TV, serta mengikuti berbagai kegiatan sosial dan pengabdian kepada masyarakat. Ia juga pernah menjalani magang di Museum Negeri Aceh yang memperkuat minatnya terhadap pelestarian warisan budaya. Pengalaman tersebut semakin berkembang melalui partisipasinya dalam Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Internasional di Malaysia dan Thailand.

Dalam bidang organisasi, Wusqa aktif sebagai anggota Public Relation Duta Gender UIN Ar-Raniry, Wakil Sekretaris Umum Pengurus Besar Ikatan Mahasiswa Alumni Dayah Aceh (PB-IMADA), Ketua Divisi Ilmu Kebudayaan DEMA FAH, serta anggota Senat Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora. Di tengah berbagai aktivitas tersebut, ia tetap mampu mempertahankan prestasi akademik hingga meraih predikat lulusan terbaik fakultas.

Wusqa mengaku nilai-nilai yang ditanamkan keluarga menjadi fondasi penting dalam perjalanan akademiknya. Putri pasangan Salman Alvarisy dan Nilawati itu selalu mengingat pesan orang tuanya agar hidup sederhana dan menjadikan ilmu pengetahuan sebagai bekal utama dalam kehidupan.

Setelah lulus, Wusqa berencana melanjutkan studi magister dengan fokus pada bidang antropologi atau permuseuman. Ketertarikannya terhadap sejarah, budaya, dan pelestarian warisan masa lalu menjadi alasan utama memilih bidang tersebut. Saat ini, ia tengah mempersiapkan berbagai persyaratan untuk melanjutkan studi melalui program beasiswa. Dalam jangka panjang, ia bercita-cita menjadi akademisi yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu mentransformasikan ilmu pengetahuan agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....