UNAIR Lantik 96 Dokter Spesialis, Siap Mengabdi untuk Bangsa
- 24 Jun 2026 23:06 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Rektor Universitas Airlangga (UNAIR) melantik 96 dokter spesialis angkatan ke-157, Rabu, 24 Juni 2026. Mereka terdiri atas dokter spesialis 1 dan dokter spesialis 2.
Rektor UNAIR, Prof. Dr. Muhammad Madyan, mengatakan pelantikan menjadi awal pengabdian yang lebih luas. Menurutnya, ilmu dan profesi dokter harus memberi manfaat bagi kemanusiaan.
"Kelulusan ini bukan sekadar akhir dari sebuah proses pembelajaran, melainkan gerbang menuju pengabdian yang lebih luas bagi kemanusiaan," ujarnya. Prof. Madyan menjelaskan keberhasilan lulusan didukung sinergi Fakultas Kedokteran UNAIR, RSUD Dr. Soetomo, dan rumah sakit jejaring.
| Baca juga: UNAIR Siap Gelar UTBK SNBT 2026 21–30 April |
Kolaborasi tersebut melahirkan dokter spesialis unggul, berintegritas, dan berdedikasi tinggi. Ia menegaskan para lulusan telah dibekali nilai HEBAT.
Nilai itu meliputi Humble, Excellent, Brave, Agile, dan Transcendent."Nilai-nilai HEBAT harus menjadi landasan dalam setiap langkah profesional Saudara," ujarnya.
Prof. Madyan juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik almamater. Ia mendorong lulusan berinovasi, adaptif, dan berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan bermutu.
"Jadilah sosok yang melampaui batas dirinya demi memberi manfaat yang lebih besar bagi umat manusia," katanya. Sementara itu, perwakilan keluarga wisudawan, Jenderal TNI (Purn) A.M. Hendropriyono, menyebut capaian dokter spesialis sebagai prestasi akademik tinggi.
Ia berharap lulusan berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan nasional. "Saudara-saudara yang baru lulus ini harus membawa bangsa dan negara menuju kemajuan," ujarnya.
Hendropriyono juga mengapresiasi perkembangan UNAIR yang dinilainya semakin maju. Kemajuan itu terlihat dari pembangunan fisik maupun nilai akademik yang terus berkembang.
"Kemajuan UNAIR, mulai dari fisiknya hingga rohnya, menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya," ujarnya. Ia mengingatkan kecerdasan dan keahlian harus digunakan untuk mengabdi kepada masyarakat.
Menurutnya, integritas dan moralitas menjadi pelengkap utama keberhasilan akademik. "Saudara-saudara dijadikan orang pintar untuk mengabdi. Kepintaran tanpa moral adalah kosong," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....