Konjen Australia dan UINSA Jalin Kemitraan Akademik Pendidikan Bahasa Inggris
- 24 Jun 2026 22:05 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya : Konsulat Jenderal Australia di Surabaya bersama dengan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya jalin kemitraan akademik untuk program Joint Master's Degree Pendidikan Bahasa Inggris yang digelar di Surabaya pada hari ini Rabu 24 Juni 2026.
Kemitraan akademik tersebut diinisiasi oleh Rektor Pelaksana UINSA yang juga alumni Australia, Prof. Akh. Muzakki dengan pihak University of Canberra dan didukung penuh oleh Konjen Australia di Surabaya.
Konsul Jenderal Australia, Glen Askew mengatakan melalui kerjasama ini diharapkan mampu meningkatkan nilai strategis dalam mempersiapkan professional berdaya saing global, memberikan pengalaman lintas budaya, dan memperluas kesempatan kerja bagi kedua negara.
“Kami tentu mendukung penuh program Joint Master's Degree antara UINSA dan University of Canberra. Inisiatif ini sangat strategis dalam mempersiapkan professional berdaya saing global, memberikan pengalaman lintas budaya, dan memperluas kesempatan kerja,” ujar Glen saat diwawancara awak media usai acara.
Dirinya mengaku sangat terbuka untuk perguruan tinggi maupun institusi pendidikan lainnya yang ingin menjalin kerjasama serupa dengan Pemerintah Australia sehingga kolaborasi dua negara dapat terus berlanjut.
“Dan kami juga sampaikan bahwa program ataupun inisiasi semacam ini sangat terbuka untuk perguruan tinggi lainnya, karena kolaborasi pada aspek pendidikan yang nantinya bisa berlanjut ke dunia kerja,” ungkapnya.
Sementara Rektor Pelaksana UINSA yang juga alumni Australian National University, Prof. Akh. Muzakki mengapresiasi dukungan yang diberikan Konjen Australia dengan memberi kontribusi dana sebesar 70 persen bagi mahasiswa yang ingin berkuliah di Negeri Kanguru.
“Kolaborasi internasional bukan sekadar kerja sama antar institusi, tetapi juga investasi jangka panjang dalam membangun generasi akademisi yang berwawasan global dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, dan kami berterimakasih kepada Konjen karena memberikan kontribusi pendanaan sebesar 70 persen,” ucap Muzakki.
Hal ini sejalan dengan perjanjian kerja sama (MoU) yang ditandatangani oleh Menteri Pendidikan Tinggi Australia, Jason Clare MP, dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Indonesia, Prof. Brian Yulianto. Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 25,000 mahasiswa Indonesia belajar di Australia, menandakan minat pelajar Indonesia untuk belajar di Australia sangat tinggi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....