Ratusan Pelajar Bone Bolango Dibekali Bahaya Pernikahan Dini
- 10 Jun 2026 17:58 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Ratusan pelajar khususnya siswa SMP Negeri 1 Botupingge, Kabupaten Bone Bolango mendapatkan edukasi tentang bahaya pernikahan usia dini melalui sosialisasi yang digelar Pengadilan Agama Suwawa bersama Kantor Wilayah Kementerian HAM Sulawesi Tengah Wilayah Kerja Gorontalo, Rabu 10 Juni 2026. Ini menjadi upaya pencegahan sejak dini agar para pelajar memahami pentingnya menjaga hak anak untuk memperoleh pendidikan, mengembangkan potensi diri, serta meraih cita-cita tanpa terhambat oleh pernikahan pada usia yang belum matang.
Kepala SMP Negeri 1 Botupingge, Susanti Uno mengapresiasi inisiatif Pengadilan Agama Suwawa dan KemenHAM yang memberikan pemahaman langsung kepada para siswa mengenai dampak negatif pernikahan anak.
“Hari ini kita kedatangan tamu yang memberikan pemahaman luar biasa tentang pencegahan pernikahan dini. Saya berharap seluruh siswa mengikuti kegiatan ini dengan baik, mendengarkan materi, serta mengambil pelajaran demi masa depan yang lebih baik,” ucap Susanti.
Dari perspektif hak asasi manusia, Analis HAM Muda Wilayah Kerja KemenHAM Gorontalo, Nouval Mohamad menjelaskan bahwa pernikahan dini dapat menghilangkan hak anak untuk belajar, bermain, dan menggapai impian.
Ia menyampaikan berbagai faktor yang mendorong terjadinya pernikahan dini, mulai dari kurangnya pemahaman, kondisi ekonomi keluarga, pengaruh lingkungan, hingga lemahnya pengawasan dan komunikasi dalam keluarga.
“Kalian masih memiliki perjalanan panjang untuk mencapai cita-cita. Bentengi diri dengan belajar, menjaga pergaulan yang positif, aktif dalam kegiatan sekolah, serta berani menolak hal yang dapat merusak masa depan,” kata Nouval.
Sementara itu, Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Suwawa, Hendri Bernando menyoroti dampak pernikahan dini dari sisi hukum, kesehatan, dan berbagai perkara dispensasi nikah yang sering ditangani di pengadilan.
Menurut Hendri, banyak pasangan yang menikah pada usia muda belum memiliki kesiapan mental dan ekonomi sehingga berisiko mengalami konflik rumah tangga hingga perceraian dalam waktu singkat.
“Jangan sampai perjuangan orang tua yang telah bekerja keras demi masa depan anak menjadi sia-sia. Kejar dulu pendidikan dan cita-cita kalian agar kelak dapat membahagiakan keluarga,” tambahnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....