Komdigi dan PKK Jatim Perkuat Perlindungan Anak di Dunia Digital

  • 07 Jun 2026 14:37 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Ancaman konten negatif, kecanduan gawai, hingga maraknya kejahatan siber yang menyasar anak menjadi perhatian serius pemerintah. Untuk itu, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Timur menggelar kegiatan "Bersama PP Tunas, Bijak Digital Anak Terlindungi" di Auditorium Bung Tomo RRI Surabaya, Minggu 7 Juni 2026.

Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua TP PKK Jawa Timur Arumi Bachsin, Kepala Diskominfo Jatim Sherlita Ratna Dewi Agustin, Sesditjen Pengawasan Ruang Digital Komdigi Mediodecci Lustarini, serta Praktisi IT dan Cyber Security ICT Watch, Keikai.

Acara ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para orang tua, tentang pentingnya pendampingan anak dalam memanfaatkan teknologi digital.

Ketua TP PKK Jatim Arumi Bachsin menegaskan bahwa perkembangan teknologi tidak bisa dihindari sehingga perlu dikelola dengan bijak agar memberikan manfaat bagi anak.

"Kemajuan teknologi itu bukan untuk dihindari, tapi untuk di-manage. Kita tahu sendiri kalau kemajuan teknologi dan internet semakin pesat, karena hampir seluruh Jawa Timur sudah terakses internet," ujarnya.

Menurut Arumi, peran orang tua sangat penting dalam mengawasi penggunaan gadget, termasuk mengatur durasi screen time yang berpotensi memengaruhi kondisi fisik dan emosional anak.

"Screen time itu bisa punya dampak-dampak yang buruk, baik secara fisik maupun emosional. Anak-anak juga bisa menjadi lebih mudah tantrum karena kecanduan," katanya.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Jatim Sherlita Ratna Dewi Agustin menilai literasi digital harus terus diperkuat untuk mencegah anak terpapar informasi yang tidak sesuai. Ia juga menekankan pentingnya peran media dalam menghadirkan informasi yang edukatif dan membangun.

"Melalui acara ini kami harap bisa memberikan upaya mitigasi terhadap sebaran informasi yang kurang baik. Peran ibu-ibu sangat penting dalam mengawasi penggunaan teknologi pada anak," ujar Sherlita.

Kegiatan tersebut diikuti jajaran PKK Jawa Timur, Forum Anak Jatim, Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia, Muslimat, Nasyiatul Aisyiyah, serta berbagai elemen masyarakat sebagai upaya bersama menciptakan ruang digital yang aman bagi anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....