Pembatik Pekalongan Didorong Go Digital, Bidik Pasar yang Lebih Luas
- 06 Jun 2026 09:14 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Pembatik Pekalongan Didorong Go Digital, Bidik Pasar yang Lebih Luas
RRI.CO.ID, Pekalongan – Di tengah perubahan pola belanja masyarakat yang semakin bergeser ke ranah digital, para pengrajin batik di Pekalongan didorong untuk tidak hanya mengandalkan pemasaran konvensional. Penguasaan strategi digital marketing kini menjadi kebutuhan penting agar produk batik mampu bersaing dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan digital marketing yang digelar Kemitraan melalui Program Adaptation Fund Pekalongan. Sasaran kegiatan ini difokuskan para pembatik dan pelaku usaha batik lokal yang ingin meningkatkan kemampuan pemasaran berbasis teknologi.
Tim Leader Adaptation Fund Pekalongan, Arif Mahmudi, Sabtu 6 Juni 2026 mengungkapkan, Hasil pemetaan yang dilakukan menunjukkan sebagian besar pengrajin batik sebenarnya sudah mengenal media digital. Namun, pemanfaatannya masih belum maksimal karena keterbatasan dalam menyusun strategi pemasaran dan membuat konten yang mampu menarik perhatian konsumen.
“Sebagian besar pengrajin batik dampingan Kemitraan sudah menggunakan media digital. Namun mereka masih menghadapi tantangan dalam menyusun strategi pemasaran yang efektif serta membuat konten promosi yang menarik dan sesuai kebutuhan pasar,” ujarnya.
Menurut Arif, perubahan perilaku konsumen yang semakin banyak mencari dan membeli produk melalui platform digital membuat pelaku UMKM harus segera beradaptasi. Jika tidak, produk lokal berisiko tertinggal dalam persaingan yang semakin ketat.
Karena itu, pelatihan tersebut dirancang tidak hanya memberikan pemahaman teori, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan peserta dalam mengembangkan usahanya. Materi yang diberikan mencakup strategi promosi digital, pengelolaan media sosial, hingga teknik membuat konten kreatif yang efektif untuk menarik calon pembeli.
Sementara itu Pembatik Ekologis asal Kelurahan Bandengan, Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Wati menyampaikan, Pelatihan Digital Marketing ini menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing batik ekologis yang selama ini menjadi salah satu produk unggulan dampingan Program Adaptation Fund Pekalongan. Pemanfaatan teknologi digital dinilai mampu membuka peluang pasar baru yang sebelumnya sulit dijangkau melalui metode pemasaran tradisional.
"Selama ini kita sudah mulai memanfaatkan penjualan lewat media sosial tetapi belum maksimal, Pelatihan pemasaran digital ini menjadi strategi penting untuk meningkatkan nilai tambah produk dan memperluas jaringan pelanggan. Dengan promosi yang tepat, produk batik lokal memiliki peluang lebih besar untuk dikenal hingga pasar nasional bahkan internasional," terangnya.
Selain memperluas jangkauan pemasaran, peningkatan kapasitas digital juga diharapkan dapat membantu pelaku usaha memahami kebutuhan konsumen secara lebih akurat. Media digital memungkinkan pelaku UMKM berinteraksi langsung dengan pelanggan sekaligus membangun identitas merek yang lebih kuat.
Melalui pelatihan ini, para pengrajin diharapkan semakin percaya diri memanfaatkan berbagai platform digital sebagai sarana promosi dan penjualan. Ke depan, penguasaan digital marketing diyakini menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga keberlanjutan usaha batik di tengah perubahan zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....