Demi Memenuhi Regulasi Uni Eropa, Nintendo Ubah Desain Switch 2

  • 05 Jun 2026 14:41 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Nintendo dikabarkan melakukan sejumlah perubahan desain pada Nintendo Switch 2 untuk memenuhi regulasi baru Uni Eropa terkait keberlanjutan perangkat elektronik dan hak perbaikan konsumen (right to repair). Salah satu perubahan yang paling banyak dibahas adalah desain internal yang membuat baterai lebih mudah diganti dibanding berbagai perangkat elektronik modern lainnya.

Dilansir dari European Commission, Uni Eropa dalam beberapa tahun terakhir terus memperkenalkan aturan baru yang mewajibkan produsen perangkat elektronik untuk meningkatkan daya tahan produk, mempermudah perbaikan, serta menyediakan akses terhadap komponen pengganti. Regulasi ini bertujuan mengurangi limbah elektronik yang terus meningkat setiap tahun di kawasan Eropa.

Perubahan tersebut mulai terlihat pada Nintendo Switch 2 yang baru saja diluncurkan. Dilansir dari iFixit, hasil pembongkaran perangkat menunjukkan bahwa Nintendo telah mengubah sejumlah aspek desain internal untuk meningkatkan kemampuan servis perangkat. Meskipun Switch 2 belum sepenuhnya modular, beberapa komponen utama kini lebih mudah diakses dibanding generasi sebelumnya.

Salah satu aspek yang mendapat perhatian khusus adalah baterai. Dilansir dari The Verge, Nintendo menyediakan jalur penggantian baterai yang lebih jelas dan dokumentasi servis yang lebih baik dibanding masa lalu. Langkah ini dianggap selaras dengan regulasi Uni Eropa yang mendorong perangkat elektronik memiliki umur pakai lebih panjang dan tidak langsung menjadi sampah elektronik ketika kapasitas baterainya menurun.

Selain baterai, Nintendo juga disebut memperhatikan kemudahan penggantian beberapa komponen lain seperti kipas pendingin dan modul tertentu yang rentan mengalami keausan. Dilansir dari Eurogamer, perubahan tersebut kemungkinan merupakan bagian dari strategi Nintendo untuk memastikan Switch 2 dapat terus dipasarkan di wilayah Uni Eropa tanpa kendala regulasi di masa depan.

Regulasi Uni Eropa memang semakin berpengaruh terhadap desain produk teknologi global. Dalam beberapa tahun terakhir, aturan yang sama telah mendorong adopsi standar USB-C pada berbagai perangkat elektronik, termasuk smartphone dan konsol game. Bahkan perusahaan besar seperti Apple sebelumnya juga harus menyesuaikan desain produknya untuk memenuhi persyaratan yang berlaku di kawasan tersebut.

Menurut laporan media teknologi Ars Technica, banyak produsen kini memilih menerapkan perubahan desain secara global dibanding membuat versi khusus untuk pasar Eropa. Pendekatan ini dinilai lebih efisien dari sisi produksi sekaligus memberikan manfaat yang sama kepada konsumen di seluruh dunia. Akibatnya, regulasi Uni Eropa sering kali memengaruhi desain produk yang dijual jauh di luar wilayah Eropa.

Para pendukung gerakan right to repair menyambut positif langkah Nintendo. Mereka menilai kemudahan penggantian baterai dan peningkatan kemampuan servis dapat membantu memperpanjang umur perangkat hingga bertahun-tahun. Hal ini tidak hanya menghemat biaya bagi konsumen, tetapi juga mengurangi jumlah perangkat elektronik yang berakhir sebagai limbah.

Meski Nintendo tidak secara eksplisit menyatakan bahwa seluruh perubahan desain Switch 2 dilakukan karena regulasi Uni Eropa, banyak analis industri melihat keterkaitan yang kuat antara keduanya. Dengan aturan baru yang mulai berlaku dalam beberapa tahun ke depan, produsen perangkat elektronik semakin dituntut untuk membuat produk yang lebih mudah diperbaiki, lebih tahan lama, dan lebih ramah lingkungan.

Bagi konsumen, perubahan tersebut justru menjadi keuntungan tersendiri. Selain mendapatkan perangkat yang lebih awet, pengguna Switch 2 kini memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan konsol mereka dalam kondisi optimal selama bertahun-tahun tanpa harus mengganti seluruh perangkat hanya karena satu komponen mengalami kerusakan atau penurunan performa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....