Misi Juno Ungkap Asal Usul Baru Sinar Kosmik di Sekitar Jupiter

  • 04 Jun 2026 23:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Juno mendeteksi elektron berkecepatan sangat tinggi di wilayah foreshock Jupiter, memberikan bukti langsung pertama bahwa partikel energi tinggi dapat dipercepat di lingkungan planet raksasa.
  • Ini memberikan bukti langsung pertama bahwa partikel energi tinggi dapat dipercepat di lingkungan planet raksasa.
  • Hasil pengamatan mengonfirmasi mekanisme percepatan partikel yang sebelumnya dipelajari melalui misi MMS dan THEMIS juga terjadi di planet lain dengan skala lebih besar.

RRI.CO.ID, Jakarta - Misi Juno milik NASA berhasil menangkap partikel yang bergerak hampir secepat cahaya di sekitar Jupiter. Juno memberikan bukti mengenai bagaimana dan di mana partikel berenergi tinggi, termasuk sinar kosmik, terbentuk di alam semesta.

Mengutip laman resminya, Kamis, 4 Juni 2026, sinar kosmik telah lama menjadi misteri sejak pertama kali ditemukan. Partikel ini dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk ledakan supernova dan aktivitas Matahari.

Ketika partikel energi tinggi dari Matahari mencapai Bumi, mereka dapat memicu cuaca antariksa. Hasilnya, beragam satelit, komunikasi, dan sistem listrik dapat terganggu.

Studi sebelumnya melalui misi MMS dan THEMIS menunjukkan, elektron dapat dipercepat di wilayah foreshock dekat Bumi. Wilayah ini merupakan area ketika partikel Matahari pertama kali bertemu dengan medan magnet Bumi.

Para ilmuwan menduga proses serupa terjadi di planet lain. Namun, mereka belum pernah membuktikannya secara langsung.

Kini, pengamatan dari Jupiter memberikan konfirmasi pertama terhadap teori tersebut. Saat mengorbit planet raksasa itu, Juno mendeteksi elektron berkecepatan sangat tinggi di wilayah foreshock Jupiter.

Kecepatan partikel ini bahkan melampaui yang ditemukan di Bumi. Hal ini terjadi karena bow shock Jupiter yang jauh lebih besar akibat medan magnet raksasa planet tersebut.



Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Nature. Para ilmuwan juga menemukan bahwa hubungan skala percepatan partikel di Jupiter cocok dengan pola sinar kosmik dari supernova di galaksi.

Temuan ini menunjukkan bahwa mekanisme percepatan partikel di Tata Surya dapat berlaku di seluruh alam semesta. Dengan demikian, Jupiter menjadi kunci penting untuk memahami asal usul partikel berenergi tinggi di kosmos.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....