Alasan di Balik Anjuran Mengunyah 32 Kali saat Makan

  • 31 Mei 2026 08:57 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Mengunyah makanan dengan baik sebelum menelannya merupakan salah satu kebiasaan yang sering dianjurkan dalam berbagai pembahasan kesehatan. Di kalangan masyarakat Muslim, terdapat anggapan bahwa mengunyah makanan hingga sekitar 32 kali sejalan dengan kebiasaan makan yang diajarkan dalam Islam, yaitu makan secara perlahan, tidak tergesa-gesa, dan memperhatikan proses pencernaan.

Meski tidak terdapat hadis sahih yang secara khusus menyebut angka 32 kali kunyahan, para ahli kesehatan sepakat bahwa mengunyah makanan lebih lama memberikan berbagai manfaat bagi tubuh. Adapun manfaat mengunyah makanan sebanyak 32 kali yakni:

1. Membantu Proses Pencernaan

Dikutiip dari slamic Research and Training Institute, para ahli mengatakan pencernaan sebenarnya dimulai sejak makanan berada di dalam mulut. Saat mengunyah, makanan dipecah menjadi bagian yang lebih kecil sehingga lebih mudah dicerna oleh lambung dan usus. Selain itu, proses mengunyah merangsang produksi air liur yang mengandung enzim untuk membantu menguraikan karbohidrat.

Semakin halus makanan sebelum ditelan, semakin ringan pula kerja sistem pencernaan dalam menyerap nutrisi.

2. Membantu Tubuh Merasa Kenyang Lebih Cepat

Otak membutuhkan waktu sekitar 15–20 menit untuk menerima sinyal kenyang dari lambung. Ketika seseorang makan terlalu cepat, ia cenderung mengonsumsi makanan lebih banyak sebelum tubuh menyadari bahwa kebutuhan energinya telah terpenuhi.

Mengunyah lebih lama dapat memperlambat proses makan sehingga membantu mengontrol porsi dan mengurangi risiko makan berlebihan.

3. Meningkatkan Penyerapan Nutrisi

Makanan yang dikunyah dengan baik memiliki permukaan yang lebih luas untuk diproses oleh enzim pencernaan. Hal ini membantu tubuh menyerap vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya secara lebih optimal.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa proses mengunyah yang cukup dapat meningkatkan efektivitas penyerapan nutrisi tertentu, terutama yang berasal dari sayur dan buah-buahan.

4. Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Aktivitas mengunyah merangsang produksi air liur yang berfungsi membersihkan sisa makanan dan membantu menjaga keseimbangan bakteri di dalam mulut. Air liur juga berperan melindungi gigi dari risiko kerusakan akibat asam.

Karena itu, mengunyah dengan baik tidak hanya bermanfaat bagi pencernaan, tetapi juga bagi kesehatan rongga mulut.

5. Mengurangi Risiko Gangguan Pencernaan

Makanan yang ditelan dalam ukuran besar dapat membuat lambung bekerja lebih keras. Kebiasaan makan terburu-buru sering dikaitkan dengan keluhan seperti kembung, begah, dan gangguan pencernaan lainnya.

Dengan mengunyah lebih lama, makanan menjadi lebih halus sehingga proses pencernaan berlangsung lebih nyaman.

6. Sejalan dengan Prinsip Makan dalam Islam

Islam mengajarkan umatnya untuk makan dengan tenang, tidak berlebihan, serta mensyukuri nikmat makanan. Kebiasaan makan perlahan dan mengunyah dengan baik mencerminkan sikap tidak tergesa-gesa dalam menikmati rezeki yang diberikan Allah SWT.

Namun demikian, perlu dipahami bahwa tidak ada hadis sahih yang secara spesifik memerintahkan mengunyah makanan tepat sebanyak 32 kali. Angka tersebut lebih banyak dikenal sebagai pedoman kesehatan yang bertujuan membantu seseorang makan dengan lebih perlahan dan efektif.

Mengunyah makanan hingga halus sebelum ditelan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, mulai dari membantu pencernaan, meningkatkan penyerapan nutrisi, menjaga kesehatan mulut, hingga membantu mengontrol berat badan. Meskipun angka 32 kali kunyahan tidak secara khusus disebutkan dalam hadis sahih, kebiasaan makan perlahan dan mengunyah dengan baik sejalan dengan prinsip hidup sehat serta adab makan yang dianjurkan dalam Islam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....