SDN 4 Bengkalis Sulap Sampah Jadi Berkah menuju Nasional

  • 15 Mei 2026 08:50 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Komitmen SD Negeri 4 Bengkalis dalam menjaga lingkungan terus membuahkan hasil. Sekolah yang dipimpin Kepala Sekolah Silvia Gaiatry itu kini semakin mantap menuju penilaian Adiwiyata tingkat nasional melalui berbagai program pengelolaan sampah yang melibatkan seluruh warga sekolah.

Sejak menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama Bank Sampah Lestari sekitar empat tahun lalu, budaya peduli lingkungan di SDN 4 Bengkalis semakin tumbuh. Para siswa dibiasakan mengumpulkan sampah setiap hari dan pada hari Sabtu sampah dipilah, ditimbang, dan dicatat dalam buku tabungan sampah masing-masing kelas.

Salah seorang guru SDN 4 Bengkalis, Sri Yanti yang akrab disapa Bu Eva, mengatakan program tersebut tidak hanya mengajarkan kebersihan, tetapi juga membentuk karakter serta menanamkan nilai ekonomi kepada anak-anak sejak dini.

Suasana Asri dilingkungan SDN 4 Bengkalis (Foto : RRI/TSM)

“Alhamdulillah, sejak adanya kerja sama dengan Bank Sampah Lestari, anak-anak semakin semangat menjaga kebersihan. Sampah di sekolah juga mulai berkurang karena sebagian kami olah menjadi pupuk dan karya yang bermanfaat,” ujar Bu Eva, Sabtu, 15 Mei 2026.

Ia menjelaskan, di sekolah telah dibentuk tim khusus pengelolaan sampah yang terdiri dari guru, anggota tim, hingga 10 kader siswa. Para kader bertugas mengambil sampah dari setiap kelas setiap Sabtu, kemudian menimbang dan mencatat hasilnya.

“Hasil tabungan sampah itu nanti menjadi milik anak-anak. Mereka bermusyawarah bersama wali kelas untuk menentukan penggunaannya. Ada yang membeli buku pelajaran, bola, permainan edukatif seperti congklak, ular tangga, dan kebutuhan lain yang bisa dimanfaatkan bersama,” jelasnya.

Buk Sriyanti sedang berbincang dengan mahasiswa Unri. (Foto Mahasiswi Unri)

Tidak hanya sampah plastik, sampah daun di lingkungan sekolah juga dimanfaatkan menjadi pupuk kompos. Pupuk yang sudah siap kemudian dikemas dan diberi label untuk dipamerkan saat kegiatan gelar karya siswa.

“Pupuk yang kami hasilkan juga dipakai untuk tanaman-tanaman di sekolah. Anak-anak jadi bangga karena hasil kerja mereka benar-benar bermanfaat,” tambah Bu Eva.

Untuk menjaga semangat siswa, pihak sekolah rutin memberikan motivasi setiap bulan dengan mengevaluasi jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan masing-masing kelas.

“Kami selalu menyemangati anak-anak. Misalnya kelas 3 sudah berapa kilo sampah yang terkumpul. Dari situ mereka jadi termotivasi untuk terus menjaga lingkungan,” katanya.

Sementara itu, Kepala SDN 4 Bengkalis, Silvia Gaiatry, menyampaikan program pengelolaan sampah tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan sekolah menuju Adiwiyata Nasional.

“Kami ingin membentuk karakter anak-anak agar peduli terhadap lingkungan, baik di sekolah maupun di rumah. Kebersihan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga menjadi budaya bersama,” ujar Gaiatry.

Menurutnya, pihak sekolah juga melibatkan para orang tua siswa untuk ikut mendukung program tersebut dengan mengajak mereka membawa sampah plastik dari rumah ke sekolah.

“Sampah yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata bisa bernilai ekonomi dan menjadi karya yang bermanfaat. Ini yang terus kami tanamkan kepada anak-anak,” ungkapnya.

Dengan semangat gotong royong seluruh warga sekolah, SDN 4 Bengkalis optimistis mampu melangkah menuju tingkat nasional dan menjadi inspirasi sekolah peduli lingkungan di Kabupaten Bengkalis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....