Tanoto Foundation Ajak Komunitas Literasi Bangun Fondasi melalui Kolaborasi
- 08 Mei 2026 19:16 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan: Regional Lead Tanoto Foundation, Medi Yusva, mengajak seluruh komunitas literasi untuk membangun fondasi bersama dalam bentuk kolaborasi. Hal ini dilakukan sebagai modal dasar agar pendidikan literasi dan numerasi mampu menciptakan generasi penerus yang terampil dan cerdas.
Hal itu dikatakan Medi Yusva, dalam kegiatan dialog publik peningkatan literasi dan numerasi yang digelar Tanoto Foundation, di salah satu café di Medan, Kamis, 7 Mei 2026.
“Bagi Tanoto Foundation, literasi dan numerasi adalah fondasi. Melalui kolaborasi multi pihak dan partisipasi semesta, kita memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam menguasai keterampilan dasar untuk masa depan mereka," kata Medi Yusva.
Medi Yusva mengatakan berdasarkan data PISA 2022, skor Indonesia masih di bawah rata-rata OECD hanya 25% siswa yang mencapai rata-rata skor literasi membaca. “Dan hanya 18% siswa yang mencapai rata-rata skor matematika,” ujar Medi.
Dikatakan Medi, untuk bisa meningkatkan skor, maka diperlukan intervensi dini, yakni dengan cara melakukan tindakan nyata sejak kelas awal untuk membangun fondasi logika dan pemahaman yang kuat.
Menurut Medi Yusva, akses pendidikan yang meluas ternyata tetap menjadi tantangan besar untuk memastikan siswa menguasai literasi dan numerasi. Padahal tanpa keterampilan ini, siswa akan sulit menguasai ilmu yang lebih kompleks.
Salah satu tindakan nyata itu diwujudkan lewat kerja sama Kemendikdasmen, dengan Tanoto Foundation, Gates Foundation, dan UNICEF untuk percepatan literasi dan numerasi nasional.
Sementara, Sekretaris Daerah Kota Pematangsiantar, Junaedi Antonius Sitanggang, menegaskan literasi merupakan investasi jangka panjang bukan tujuan akhir. Literasi bukan hanya sekadar membaca, tetapi menjadi alat evaluasi strategis untuk daya saing daerah, termasuk kemampuan fungsional untuk kesejahteraan.
“Untuk bisa mencapai ini, maka dibutuhkan kolaborasi dengan berbagai elemen, salah satunya dengan Tanoto Foundation yang membantu kami fokus pada penguatan ekosistem pendidikan berkelanjutan dan peningkatan literasi-numerasi siswa,” ucap Junaidi.
Dialog publik peningkatan literasi dan numerasi di Sumatra Utara menghadirkan perwakilan dari 40 komunitas literasi di wilayah Binjai, Medan dan Deli Serdang.
Sementara, Kepala Balai Bahasa Sumatra Utara, Asrif, menekankan bahwa penguatan literasi juga harus melibatkan komunitas.
“Selain itu, Balai Bahasa mendorong literasi berbasis bahasa ibu dan kearifan lokal, serta penguatan literasi digital agar masyarakat semakin cerdas memilah informasi dan memanfaatkan media sosial untuk konten positif,” kata Arif.
Hingga 2029, program ini menargetkan bisa mendampingi 500 sekolah dasar negeri, melatih 1.500 guru kelas awal dan kepala sekolah, dan memberikan manfaat langsung kepada minimal 45.000 siswa. Di Sumatra Utara, program ini dijalankan Tanoto Foundation di Kota Medan dan Kota Pematangsiantar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....