KPAI Banten Gandeng Komunitas Edukasi Perlindungan Anak
- 08 Mei 2026 10:45 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Banten menggandeng berbagai komunitas dan organisasi masyarakat dalam memperkuat edukasi perlindungan anak di era digital. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya cyber bullying, kekerasan seksual, hingga dampak negatif penggunaan gadget pada anak.
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Banten, Hendry Gunawan menjelaskan, keterlibatan komunitas menjadi penting karena isu perlindungan anak tidak dapat diselesaikan sendiri oleh pemerintah maupun lembaga tertentu. Kolaborasi dengan komunitas dinilai mampu menjangkau lebih banyak anak muda dan orang tua.
| Baca juga: Orang Tua Jadi Faktor Anak Kecanduan Gadget |
KPAI mengaku telah bekerja sama dengan sejumlah komunitas seperti Kakak Aman, Banten Seria, hingga LBH Apik dalam berbagai kegiatan sosialisasi. Materi yang disampaikan mencakup bullying, keamanan digital, hingga pencegahan kekerasan seksual pada anak.
“Kalau ada anak-anak muda yang peduli terhadap isu perlindungan anak, kami sangat bersyukur. Itu berarti ada kesadaran bersama untuk menjaga anak-anak,” ujarnya kepada RRI, Jumat, 08 Mei 2026.
Selain sosialisasi, KPAI bersama Komnas Anak Provinsi juga tengah menyusun buku digital parenting berbasis kasus yang ditemukan di lapangan. Buku tersebut nantinya akan digunakan sebagai bahan edukasi untuk membantu orang tua memahami pola pengasuhan di era digital.
Hendry juga membahas mengenai teori “luka pengasuhan”, yakni kecenderungan orang tua menerapkan pola asuh yang sama seperti yang mereka alami saat kecil. Jika dulu seseorang dididik dengan kekerasan, maka pola tersebut berpotensi diulang kepada anak apabila tidak dibarengi pembelajaran mengenai parenting.
Karena itu, KPAI mendorong orang tua untuk terus belajar mengenai pengasuhan anak. Setiap tahap usia anak membutuhkan pendekatan yang berbeda. Orang tua perlu memahami perkembangan anak, membangun komunikasi yang sehat, serta menciptakan hubungan emosional yang kuat agar anak merasa aman dan terlindungi.
“Kami berharap kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat dapat memperkuat upaya perlindungan anak di Indonesia. Edukasi yang berkelanjutan dinilai menjadi langkah penting untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak, baik di dunia nyata maupun dunia digital,” ujar Hendry.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....