Tingkatkan Kualitas Akademik, Unimus Kukuhkan Guru Besar Baru
- 07 Mei 2026 16:32 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pengukuhan Prof. Dr. Dodi Mulyadi, SPd MPd sebagai Guru Besar bidang keilmuan Technology-Enhanced Language Learning pada Kamis, 7 Mei 2026. Pengukuhan itu menjadi upaya meningkatkan daya saing institusi dalam pengembangan riset dan kualitas lulusan.
Rektor Unimus, Prof Dr Masrukhi MPd dalam sambutannya mengatakan pihaknya terus memacu peningkatan kualitas akademik melalui penguatan Sumber Daya Manusia. Prof Dody merupakan Guru Besar ke-8 yang dilahirkan dari rahim Universitas Muhammadiyah Smearang.
“Unimus yang berusia 27 tahun yang lahir 1999, telah memiliki delapan guru besar, termasuk Prof. Dodi yang berusia 38 tahun dengan kepakaran pembelajaran bahasa berbasis teknologi. Orasi ilmiah Prof. Dodi bahwa teknologi di dalam pembelajaran bukanlah tujuan, tetapi sarana yang memungkinkan terwujudnya pembelajaran lebih efektif dan efisien,” ucapnya.
Ia menegaskan, Unimus terus mendorong para dosen meningkatkan jabatan akademik ke jenjang yang lebih tinggi. Upaya ini sebagai strategi meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan memperkuat reputasi akademik menuju kampus unggul berstandar internasional.
“Tahun ini bisa lolos tiga calon guru besar, saat ini sudah berproses. Insyaallah, mudah-mudahan bisa lolos,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan ini untuk memberikan layanan prima pendidikan tinggi di wilayah Semarang, khususnya Jawa Tengah pada umumnya. Selain itu, Unimus juga telah membuaka 10 Program studi baru yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industry.
“Tahun 2026, Unimus membuka 10 program studi baru yang sangat milenial banget. Dengan lahirnya 10 program studi baru yang izinnya sudah turun menjadikan memiliki total 49 prodi untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut dia, Unimus memiliki dua sarana layanan kesehatan utama yang difungsikan sebagai rumah sakit pendidikan untuk menunjang akademik mahasiswa, yaitu RS Unimus dan Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM). Fasilitas ini berfokus pada peningkatan kompetensi klinis mahasiswa di bidang kesehatan.
“Dua rumah sakit ini akreditasinya sudah mencapai paripurna artinya unggul kalau di pendidikan tinggi. Rumah Sakit Unimus insyaallah di bulan Oktober 2026 nanti akan menjadi pusat pengobatan kanker tanpa kemoterapi,” ungkapnya.
Prof. Dodi dalam orasi ilmiah menekankan teknologi bukan merupakan tujuan akhir pmebelajaran, melainkan sarana sebagai proses mewujukan pembelajaran yang lebih efektif, manusiawi dan bermakna. Teknologi yang baik adalah teknologi yang tidak terasa seperti teknologi yang melebur menjadi bagian alamiah dan di pengalaman belajar setiap siswa kita.
“Pembelajaran ini bisa membuat siswa lebih mengerjakan tugas-tugas yang kontekstual otentik, ada tahapan-tahapannya selain mereka belajar tentang bahasa. Akan tetapi mereka lebih pada bagaimana fungsi bahasa sebagai bahasa komunikatif dengan bentuk metode pembelajaran aplikasi dalam bentuk Android dan juga website serta learning management system,” katanya.
Menurutnya, keterlibatan aktif mahasiswa tidak sekedar indikator pembelajaran, melainkan prasyarat utama bagi terjadinya penguasaan bahasa yang sesungguhnya. Tanpa keterlibatan yang autentik, tidak akan ada akuisi bahasa yang bermakna.
“Mahasiswa bisa belajar bahasa Inggris lebih aktif, lebih engagement dan lebih banyak bisa berpraktik bahasa Inggris secara productive skill lighting and speaking. Teknologi ini akan sangat membantu mereka mengakselerasi karena akan lebih memaksimalkan dan mempermudah mereka untuk berpraktik di lapangan,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....