Unibos Makassar Perkuat Kurikulum Berbasis OBE

  • 05 Mei 2026 15:41 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar — Universitas Bosowa melalui Direktorat Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (DPMPP) menggelar Workshop Penyusunan Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) di Ruang Rapat Senat Lantai 9 Gedung I Unibos, Senin, 4 Mei 2026 . Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat mutu pendidikan tinggi serta menyiapkan kurikulum yang adaptif dan berdaya saing global.

Workshop ini diikuti oleh perwakilan program studi, pimpinan fakultas, serta tim penjaminan mutu sebagai bagian dari upaya sistematis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Kurikulum berbasis OBE sendiri menekankan pada capaian pembelajaran yang terukur, relevan dengan kebutuhan industri, serta berorientasi pada kompetensi lulusan.

Direktur DPMPP Unibos, Dr. Ir. Faidah Azuz, M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal dalam menjawab tantangan menuju akreditasi unggul. Ia menilai kesiapan dokumen akademik masih menjadi perhatian serius yang perlu segera dibenahi secara kolektif oleh seluruh program studi.

“Dari 953 mata kuliah yang disajikan, RPS yang masuk baru sekitar 57,4 persen, dan yang disertai soal ujian hanya 40,4 persen. Ini adalah realita yang harus kita jawab bersama melalui kurikulum berbasis OBE,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa DPMPP tidak hanya berfungsi sebagai pengawas, tetapi juga sebagai mitra strategis bagi program studi dalam menyiapkan perangkat akademik yang kuat dan terstandar. Workshop ini juga merupakan bagian dari rangkaian kegiatan berkelanjutan yang akan dilaksanakan secara bertahap.

“Workshop kurikulum berbasis OBE hari ini merupakan batch pertama dan akan dilaksanakan secara bertahap menuju batch selanjutnya. Kita tidak ingin lagi berada dalam posisi defensif di hadapan asesor, tetapi mampu berdiri dengan percaya diri karena seluruh proses telah kita siapkan dengan matang,” tegasnya.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I Unibos, Dr. Sutiya Budi, S.Pi., M.Si., yang menekankan pentingnya kurikulum sebagai fondasi utama dalam mencetak lulusan yang relevan dengan kebutuhan zaman serta mampu bersaing di tingkat global. “Kurikulum adalah jantung pendidikan. Jika tidak diperbarui, maka kita berisiko menghasilkan lulusan yang tidak sesuai dengan kebutuhan industri dan masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa dinamika regulasi dan perkembangan teknologi menuntut perguruan tinggi untuk terus berinovasi dalam merancang sistem pembelajaran yang adaptif terhadap perubahan. “Dalam dua hingga tiga tahun terakhir, perubahan terjadi sangat cepat. Karena itu, kurikulum harus mampu mengakomodasi berbagai karakteristik mahasiswa dan kebutuhan stakeholder,” ungkapnya.

Workshop ini turut menghadirkan narasumber Prof. Dr. Yusring Sanusi Baso, S.S., M.App.Ling., dari Universitas Hasanuddin yang memberikan penguatan materi terkait implementasi kurikulum OBE. Melalui kegiatan ini, Universitas Bosowa menegaskan komitmennya dalam membangun sistem pendidikan yang unggul, terukur, dan berorientasi pada capaian pembelajaran.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....