Talkshow UIM Al-Gazali Bangun Kampus Bebas Kekerasan

  • 30 Apr 2026 15:33 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali melalui Fungsional Kemahasiswaan menggelar kegiatan Talkshow Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT) yang berlangsung di Auditorium KH. Muhyiddin Zain, Rabu, 29 april 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa UIM Al-Gazali dan menghadirkan pembicara dari kalangan akademisi serta pimpinan universitas.

Tema yang diangkat, “Bangkit Bersama: Membangun Budaya Kampus yang Sehat dan Beretika”, menjadi pijakan penting bagi UIM Al-Gazali dalam memperkuat komitmen terhadap terciptanya lingkungan akademik yang aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk kekerasan. Kegiatan ini tidak sekadar forum edukasi, tetapi juga menjadi ruang refleksi kolektif mengenai nilai etika, penghormatan, dan integritas yang harus dijunjung tinggi oleh setiap sivitas akademika.

Rektor UIM Al-Gazali, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., M.Ag, menegaskan perguruan tinggi harus menjadi tempat lahirnya ilmu pengetahuan sekaligus pembentukan karakter. Menurutnya, kualitas kampus tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari sejauh mana kampus mampu membangun budaya yang sehat, bermartabat, dan berlandaskan nilai moral.

“Kebangkitan bersama dalam membangun budaya kampus yang sehat dan beretika merupakan kewajiban bersama. Mulai dari pimpinan universitas, para dekan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh mahasiswa UIM Al-Gazali,” tegas Prof. Muammar Bakry.

Lebih lanjut, ia menekankan tanggung jawab menjaga budaya kampus tidak dapat dibebankan hanya kepada pimpinan atau satuan tertentu. Prof. Muammar Bakry juga mengaitkan pesan ini dengan arah besar pembangunan UIM Al-Gazali yang tertuang dalam visi-misi kampus, Visi-Misi Kemilau Bintang Sembilan.

“Seperti juga yang dituangkan dalam Visi-Misi Kemilau Bintang Sembilan, inilah yang menjadi fondasi dasar yang melahirkan sarjana yang memiliki integritas,” ujarnya.

Menurutnya, integritas menjadi salah satu ciri utama lulusan perguruan tinggi yang berkualitas. Sarjana tidak cukup hanya memiliki kecakapan intelektual, tetapi juga harus dibekali akhlak, etika, dan tanggung jawab sosial.

Oleh karena itu, kampus perlu terus memperkuat ekosistem yang mendukung lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara moral dan emosional.

Wakil Rektor II UIM Al-Gazali, Badruddin Kaddas, M.Ag., Ph.D, menambahkan pelaksanaan talkshow PPKPT ini merupakan upaya nyata kampus dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.

Ia menekankan isu kekerasan di kampus kini menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan, kenyamanan, dan hak setiap warga kampus untuk belajar dan berkembang dalam suasana yang positif. “Forum seperti ini penting untuk menanamkan pemahaman bahwa kampus harus menjadi ruang yang aman bagi semua,” ungkap Badruddin Kaddas.

Tema “Bangkit Bersama” merefleksikan semangat kolektif untuk bergerak serentak dalam membangun perubahan. Bangkit bersama tidak hanya berarti menolak segala bentuk kekerasan, tetapi juga menguatkan budaya dialog, rasa hormat, kepedulian, serta keberanian untuk saling menjaga.

Nilai-nilai ini menjadi dasar penting bagi terciptanya suasana belajar yang sehat, produktif, dan manusiawi di perguruan tinggi. Kegiatan talkshow ini ditutup dengan sesi tanya jawab dan refleksi bersama, di mana mahasiswa aktif berdiskusi mengenai strategi membangun kampus yang lebih inklusif dan bebas dari kekerasan.

Para peserta menyatakan apresiasi atas kegiatan ini, sekaligus menegaskan komitmen mereka untuk menjadi bagian dari perubahan positif dalam membangun budaya akademik yang sehat dan beretika di UIM Al-Gazali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....