Wujudkan Langkah Strategis Kampus, Rektor Unimus Lantik Pejabat Struktural
- 30 Apr 2026 17:02 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Prof Dr Masrukhi MPd melantik sejumlah pejabat struktural di lingkungan kampus, Kamis, 30 April 2026. Pelantikan merupakan bagian dari langkah strategis kampus dalam menyesuaikan tata kelola organisasi dengan Statuta baru Unimus tahun 2026.
Menurutnya, Statuta tersebut telah dirancang ulang sesuai pedoman Organisasi dan Tata Kelola Amal Usaha Muhammadiyah. Hal itu berdasarkan pedoman yang diterbitkan Pimpinan Pusat Muhammadiyah tahun 2025 dan disahkan oleh Majelis Pendidikan Tinggi.
“Statuta menjadi acuan utama dalam tata kelola kerja di Unimus. Penjabaran operasionalnya telah disepakati melalui rapat koordinasi pimpinan bersama BPH, sehingga menjadi dasar dalam pengelolaan institusi ke depan,” ujarnya melalui keterangan tertulis.
Ia menambahkan, pelantikan ini juga menandai pemekaran fakultas dengan lahirnya Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Digital (FIKOMDIGI). Fakultas baru tersebut menaungi sejumlah program studi berbasis teknologi yang terus berkembang sesuai kebutuhan zaman.
“Mulai hari ini, Unimus resmi memiliki fakultas baru, yakni FIKOMDIGI yang merupakan hasil pengembangan dari Fakultas Teknik. Selain itu, terdapat sepuluh program studi baru yang memerlukan penguatan tata kelola, termasuk penunjukan ketua program studi,” katanya.
Rektor juga menekankan pentingnya peran ketua program studi dalam mengembangkan dan mempromosikan prodi masing-masing, baik melalui media digital maupun konvensional. Ia menargetkan setiap program studi baru mampu memenuhi minimal 25 mahasiswa sebagai batas efisiensi awal.
Lebih lanjut, Prof. Masrukhi mengingatkan seluruh pejabat yang dilantik untuk menciptakan suasana akademik yang kondusif, kekeluargaan, nyaman. Hal itu untuk memajukan, menggembirakan dan muliakan, baik kepada dosen, mahasiswa dan sivitas akademika.
“Sebagai bagian dari Muhammadiyah, kita tidak hanya bekerja, tetapi juga beribadah. Nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan harus menjadi landasan dalam setiap aktivitas, termasuk membangun budaya kampus yang religius dan berkemajuan,” katanya.
Sementara, BPH Unimus, Widadi, dalam sambutannya menekankan pentingnya penguatan sistem dan budaya organisasi. Ia menyebut Muhammadiyah sebagai organisasi yang terkelola dengan baik (well-organized) hingga ke tingkat ranting.
“Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah saat ini mendorong penataan organisasi berbasis sistem dan standar. Namun, sistem yang baik harus diiringi dengan budaya kerja yang kuat berbasis nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....