Makna dan Hakikat Berkurban: Lebih dari Sekadar Menyembelih Hewan
- 26 Apr 2026 22:42 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Menjelang datangnya Hari Raya Idul Adha, umat Islam kembali diingatkan pada satu ibadah penting, yaitu berkurban. Namun, dalam sebuah obrolan Religi Night Pro 2 Pekanbaru yang bertemakan Makna dan Hakikat Berkurban bersama Ustadz Ahmad Basir dari Dakwah Mandiri Riau pada Jumat, 17 April 2026 lalu beliau menjelaskan makna berkurban tidak sesederhana membeli hewan, menyembelih, lalu membagikan dagingnya. Ada nilai spiritual yang jauh lebih dalam yang sering kali luput dipahami.
Dalam pemaparannya, Ustadz Ahmad Basir, menjelaskan ibadah kurban berakar dari kisah Nabi Ibrahim AS yang diuji oleh Allah SWT untuk mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS. Kisah ini bukan sekadar sejarah, tetapi menjadi simbol ujian keimanan manusia. Allah tidak benar-benar menginginkan pengorbanan fisik tersebut, melainkan ingin melihat sejauh mana ketaatan dan cinta seorang hamba kepada-Nya.
| Baca juga: Semangat Awal Muharram |
Makna pertama dari berkurban adalah ujian keimanan. Manusia diuji apakah lebih mencintai Allah atau justru lebih mencintai dunia dan apa yang dimilikinya. Dalam kehidupan sehari-hari, hal ini bisa terlihat dari bagaimana seseorang tetap taat meskipun harus mengorbankan sesuatu yang sangat ia cintai.
Makna kedua adalah keikhlasan dan kepatuhan. Nabi Ismail menunjukkan keteladanan luar biasa dengan menerima perintah Allah melalui ayahnya tanpa perlawanan. Ini menjadi refleksi bagi umat Islam bahwa ketaatan kepada Allah harus berada di atas kepentingan pribadi, bahkan ketika terasa berat.
Selain itu, kurban juga memiliki makna sosial, yaitu mengikis sifat kikir dan sombong. Dalam penjelasan tersebut, ditegaskan Allah tidak membutuhkan daging atau darah hewan kurban. Justru yang dinilai adalah ketakwaan dan keikhlasan seseorang dalam berbagi.
Lebih jauh lagi, kurban juga mengajarkan tentang harmoni dalam keluarga. Kisah Nabi Ibrahim, Ismail, dan Siti Hajar menggambarkan pentingnya keselarasan iman antara ayah, ibu, dan anak. Ketiganya sama-sama menunjukkan ketaatan kepada Allah, sehingga ujian tersebut dapat dilalui dengan penuh keikhlasan.
Dari pemaparan ini, jelas bahwa kurban bukan sekadar ritual tahunan. Ia adalah simbol pengorbanan, keimanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial. Oleh karena itu, menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam seharusnya tidak hanya mempersiapkan hewan kurban, tetapi juga mempersiapkan hati agar lebih dekat kepada Allah SWT.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....